Pusaran Korupsi PT Posfin, Kejati Jabar Tetapkan 2 Tersangka Baru

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 20:41 WIB
Poster
Ilustrasi kasus korupsi (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Kejati Jabar belum habis menetapkan tersangka dalam pusaran kasus korupsi di PT Pos Finansial (Posfin). Kini, ada dua tersangka lagi yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua tersangka yaitu YHR selaku Direktur PT Sans Mitra Indonesia, dan FAR selaku Direktur PT Oxela Wirya Kencana. Mereka terlibat dalam kasus pengadaan alat soil monitoring dan peremajaan lahan proyek Kementerian Pertanian (Kementan) yang di subkontrakan ke PT Posfin.

"Padahal proyek tersebut ternyata fiktif sehingga merugikan PT Posfin sebesar Rp 19.319.400.000. Pengadaan alat soil monitoring dan peremajaan lahan proyek Kementan yang di subkontrakan ke PT Posfin Indonesia padahal proyek tersebut ternyata fiktif," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil dalam keterangannya, Rabu (10/11/2021).

Dodi menjelaskan kasus ini masih berkaitan dengan penyimpangan yang dilakukan eks Direktur PT Posfin berinisial S dan eks manajer keuangan PT Posfin RDC. Penyimpangan tersebut totalnya mencapai Rp 52 miliar lebih.

Untuk kasus proyek Kementan ini bermula saat YHR dan FAR bersepakat mensubkontrakkan proyek pengadaan soil monitoring dan peremajaan lahan antara PT Sans Mitra Indonesia dengan Kementan. Nilai kontrak dalam proyek tersebut sebesar Rp 203 miliar. Akan tetapi ternyata proyek tersebut fiktif.

"Proyek tersebut di subkontrakan pada PT Posfin senilai kurang lebih Rp 57 Milyar dan disepakati bahwa PT Oxela Wirya Kencana selaku vendor atau penyedia barang," kata Dodi.