Usut Korupsi, Kejati Jabar Minta Warga Tak Percaya Oknum Mengaku Penyidik

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 15:35 WIB
Ilustrasi suap, ganti rugi
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Bandung -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat tengah mengusut sejumlah kasus tindak pidana korupsi. Kejati meminta masyarakat mewaspadai oknum-oknum mengatasnamakan Kejati Jabar dan meminta uang.

"Kepada para pihak di perkara mana saja harus hati-hati, jangan percaya ada orang yang mengatas namakan dari Pidsus atau Kejati Jawa Barat," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil kepada detikcom, Selasa (26/10/2021).

Dodi menyatakan imbauan ini diberikan lantaran pihak Kejati menerima aduan ada yang memanfaatkan masyarakat. "Karena banyak laporan ada pihak-pihak yang memanfaatkan ini, sehingga ada orang yang ditakut-takuti dan diminta menyetorkan sejumlah uang," tutur dia.

Dia tak menjelaskan rinci terkait pengaduan atau laporan berkaitan dengan hal tersebut. Namun, kata dia, pihaknya hanya mengingatkan masyarakat yang berkaitan dengan kasus yang ditangani oleh Kejati Jabar.

"Cuma diingatkan saja agar jangan percaya jika ada para pihak yang menawarkan ini dan itu," katanya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat mengikuti dan kooperatif bila dipanggil sebagai saksi atau lainnya. Dia juga memastikan panggilan dari Kejati Jabar akan bersifat resmi tanpa ada permintaan apapun.

"Jadi, ya ikuti saja jika ada pemanggilan dan berikan keterangan, Aspidsus tidak pernah meminta apapun," katanya.

Sekedar diketahui, Kejati Jabar saat ini tengah menangani beberapa perkara tindak pidana korupsi mulai dari korupsi soal ujian madrasah, korupsi PT Posfin, korupsi RTH Indramayu hingga yang terbaru kasus korupsi gula PT PG Rajawali II.

Simak juga 'Mahfud Sebut Sebanyak 86% Koruptor Lulusan Perguruan Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)