KDRT-Hamili Anak Pemicu Warga Usir Sekeluarga di Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 18:32 WIB
Kabupaten Bandung -

Pria berinisial S (48) beserta anak dan istrinya terpaksa harus meninggalkan rumahnya karena diusir warga. Pria yang tinggal di daerah Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung itu bikin kesal warga karena diduga melakukan KDRT hingga menghamili anak sendiri.

Sekadar diketahui, S beserta anak dan istrinya diusir oleh warga setempat, Selasa (10/11/2021) kemarin. Warga geram karena S diduga telah menghamili anaknya sendiri. Perbuatan bejatnya itu dinilai mencoreng nama baik daerah tersebut.

Berdasarkan kesaksian warga Oneng Hayati (42), S tinggal bersama istri keduanya dan satu anak laki-laki. Ia sering mendengar suara jeritan dan tangisan dari dalam rumah milik S.

Kemudian, beberapa bulan lalu, S membawa seorang wanita yang diketahui merupakan anak dari istri pertamanya yang tinggal di Banten.

"Abis Idul Adha kalau tidak salah," ujar Oneng kepada detikcom di lokasi kejadian, Rabu (10/11/2021).

Semenjak kedatangan anaknya itu pun, suara marah dan jeritan makin sering terdengar. Puncaknya, pada 25 September 2021, petugas dari Koramil, Satpol PP dan kepolisian tengah melakukan patroli di sekitar kampung tersebut.

Terdengar suara jeritan yang gaduh, petugas pun mendatangi rumah milik S. Barulah, di sana perbuatan yang diduga dilakukan S terungkap.

"Saya kurang jelas, cuman tahu-tahu polisi udah ada di sana," katanya.

Di pihak lain, Ketua RW 01 Ade Rohmadin menjelaskan anak perempuannya itu mengaku telah hamil. Pria yang menghamilinya diduga ayah kandungnya sendiri.

"Korban mengakui bahwa pelakunya bapanya sendiri," ucap Ade.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut langsung ditangani oleh kepolisian. Warga pun sempat dimintai keterangan di Mapolresta Bandung.

Namun, S lantas tidak dijerat hukum oleh pihak kepolisian. Pasalnya, kata Ade, pihak kepolisian tidak dapat melanjutkan ke tahap penyidikan karena tidak ada laporan ke pihak kepolisian.

"Dapat telpon dariPPA Polresta Bandung. Sama tokoh masyarakat, RT menghadap ke PolresSoreang. Dimintai keterangan oleh polisi,"tuturnya.