Evaluasi PTM, Pemkot Cirebon Gelar Swab Massal di 30 Sekolah

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 17:24 WIB
Poster
Ilustrasi (Ilustrator: Edi Wahyono)
Cirebon -

Pemkot Cirebon siap melaksanakan tes usap atau swab massal di 30 sekolah. Pelaksanaan swab massal tersebut bagian dari evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon Edy Sugiarto menyebutkan pelaksanaan swab massal secara acak itu bakal digelar pekan depan. Edy mengaku telah menginventarisasi 30 sekolah yang menjadi sasaran.

"Kita sampling 30 sekolah. Kalau ditemukan (siswa positif) nol sampai satu persen, maka hanya rombongan belajar (rombel) atau kelasnya yang kita hentikan. PTM di sekolah-sekolah tetap berjalan," kata Edy kepada detikcom usai rapat koordinasi di Balai Kota Cirebon, Selasa (9/11/2021).

Lebih lanjut, Edy mengatakan PTM terbatas bakal dibubarkan ketika siswa yang terkonfirmasi positif mencapai satu sampai lima persen. "Kalau ada yang positif harus jalani isolasi. Sampel sekolah berdasarkan populasi dan wilayah," kata Edy.

Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan 30 sekolah yang menjadi sasaran swab acak itu berasal dari berbagai tingkatan, dari SD hingga SMA. Agus menjelaskan untuk sampelnya sebanyak 10 persen dari jumlah siswa di masing-masing sekolah.

"Misal kalau di SMP 1 itu jumlah siswanya 1.200 orang, maka sampelnya 120 siswa. Kalau uji petik kemarin kita pukul rata, enam sekolah masing-masing seratus siswa," kata Agus.

Sebelumnya, sebanyak sembilan siswa di Kota Cirebon positif COVID-19 setelah mengikuti swab massal. Awalnya, lima siswa ditemukan positif. Setelah tracing terdapat empat siswa dinyatakan positif.

Agus Mulyadi mengatakan penambahan siswa yang positif itu diketahui setelah pihaknya melacak sejumlah orang yang kontak erat. Sebelumnya, didapatkan lima siswa yang dinyatakan positif dari uji petik swab massal. "Ada tambahan empat siswa. Jadi total sembilan siswa," kata Agus.

Agus mengatakan adanya sembilan siswa yang positif COVID-19 dari hasil swab massal di enam sekolah, dengan sampel 600 siswa itu menunjukkan persentase yang rendah risiko penyebaran. Kendati demikian, Agus mengaku pihaknya tetap waspada.

(bbn/bbn)