ADVERTISEMENT

Sumur Warga Sumedang Mengandung Solar, Begini Penjelasan ESDM Jabar

Nur Azis - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 13:55 WIB
Petugas ESDM Jabar sebut sumur warga mengandung solar akibat pencemaran
Petugas ESDM Jabar sebut sumur warga mengandung solar akibat pencemaran (Foto: Nur Azis)
Sumedang -

Petugas dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat memastikan bahwa sumur milik warga di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang mengandung solar murni akibat pencemaran

"Ini kalau dilihat dari fisiknya ternyata ada pencemaran, berupa solar, namun kami belum tahu dari mana asal solar bisa masuk ke dalam sumurnya pak Dadang, karena dari sekian banyak sumur hanya sumur pak Dadang yang tercemar," ungkap Evo Riskandar selaku Analis Potensi Sumber Air Tanah Wilayah 5 Sumedang dari Dinas ESDM Jabar kepada detikcom saat melakukan pemantauan ke lokasi sumur tersebut, Selasa (9/11/2021).

Evo menjelaskan kandungan solar yang terdapat di dalam sumur warga merupakan minyak yang telah melalui proses pengolahan atau bukan minyak mentah.

"Ini minyak matang ini, sudah jadi, sudah melalui proses pengolahan makanya pas dibakar langsung nyala," ungkapnya.

Kendati demikian, kata Evo, pihaknya masih akan menyelidiki dari mana asal pencemaran itu berasal. Pasalnya, di lokasi sumur tidak terdapat jalur pipa pertamina bahkan menurut data ESDM, di lokasi tersebut tidak terdapat sumber minyak bumi.

"Disini kalau menurut informasi Kades tidak ada jalur pipa pertamina, ini murni pencemaran, namun kita masih selidiki tapi dipastikan kandungannya berupa solar," paparnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ia pun mengimbau kepada pemilik sumur agar tidak menyalakan api dekat lubang sumur. Sementara terkait sumurnya sendiri, rencananya akan dilakukan pengurasan oleh pemilik sumur.

"Karena sumur ini untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, rencananya oleh pemiliknya akan dikuras," ujarnya.

Petugas ESDM yang datang ke lokasi pun telah mengambil sample air sumur yang mengandung solar tersebut untuk dilakukan penelitian di laboratorium. Hal itu untuk lebih memastikan kandungan apa saja yang terdapat di dalam air sumur tersebut.

"Sample yang sudah saya ambil tadi akan kita uji di lab ESDM," ucapnya.

Sementara itu, Staf Desa Cisempur Saripudin menyebutkan dari sekitar 100 rumah di RT/RW 01/07 atau 13 rumah di sekitar lokasi sumur, hanya satu rumah yang tercemar.

"Kalau rumah lain tidak ada yang tercemar, hanya satu rumah saja," katanya.

Ia pun meragukan jika pencemaran diakibatkan lantaran adanya aktivitas pembangunan perumahan yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi sumur. Meski disana terdapat lima tandon berisi solar untuk bahan bakar alat berat, namun kata dia, hal itu sangat tidak mungkin karena tidak pernah ada kejadian tumpahan solar.

"Kalau dari tandon itu tidak mungkin, kalau pun ada, bukan tumpahan tapi hanya tetesan-tetesan saja saat mengisi alat berat, kalau pun tercemar oleh itu harusnya sumur yang bersebelahan dengan tandon yang lebih dulu tercemar," paparnya.

Berita sebelumnya, Dadang (50), warga Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang kaget sumurnya tiba-tiba mengandung Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar. Gejala tersebut mulai muncul sejak sepekan lalu.
"Adanya bau-bau minyak mulai terasa seminggu ke belakang, setiap mau mandi pas dicium bau minyak," ungkap Dadang (52), saat ditemui detikcom di rumahnya, Senin (8/11/2021).

Dadang mengetahui sumur miliknya mengandung BBM seperti solar setelah diteliti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang dan Pihak Kecamatan yang datang setelah mendapat laporan darinya tadi pagi.

"Tadi pagi banyak yang datang ke sini dari BPBD Sumedang dan Kecamatan katanya sumur saya seperti mengandung minyak solar," ungkapnya.

Dadang mengaku kejadian ini baru pertama kali terjadi sejak sumur yang memiliki kedalaman 14 meter ini dibangun pada empat tahun silam.

Sebelumnya, ia tidak menaruh kecurigaan atas temuannya itu. Namun semakin lama dibiarkan kandungan bahan bakar mirip solar di sumurnya semakin tampak.

Bahkan ia cukup kaget saat hendak menyalakan rokok, api dari pemantik yang dinyalakannya malah menyambar tangannya yang saat itu dalam keadaan basah oleh air sumur.

"Seminggu ke belakang mah bau-bau cuma sedikit namun semakin ke sini semakin menyengat, kagetnya pas nyalain rokok, apinya malah nyala ke tangan saya," ucapnya.

Puncaknya, kata Dadang, terjadi kemarin atau pada Minggu (7/11/2021) pagi. Saat itu, ia melihat sumur miliknya bukan berwarna bening namun malah berwarna kuning tebal dengan mengeluarkan bau menyengat khas bahan bakar solar.

Mengetahui hal itu, ia dengan dibantu saudaranya langsung menguras sumurnya itu sampai sisa air hanya beberapa centimeter dari dasar sumur. Namun saat dilihatnya kembali tadi pagi, bukannya hilang, kandungan minyak di sumurnya malah semakin bertambah.

"Pas kemarin hari minggu saya kuras dari mulai jam 9 pagi sampai jam 7 malam sampai tinggi air cuma sekitar beberapa centimeter lagi, namun pas dilihat tadi pagi, minyaknya malah semakin banyak," ucapnya.

(mud/mud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT