Heboh Air Sumur Warga Sumedang Tiba-tiba Mengandung Solar

Nur Azis - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 18:42 WIB
Sumur warga di Sumedang berbau BBM
Sumur warga di Sumedang berbau BBM (Foto: Nur Azis/detikcom).
Sumedang -

Dadang (50), warga Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang kaget sumurnya tiba-tiba mengandung Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar. Gejala tersebut mulai muncul sejak sepekan lalu.

"Adanya bau-bau minyak mulai terasa seminggu ke belakang, setiap mau mandi pas dicium bau minyak," ungkap Dadang (52), saat ditemui detikcom di rumahnya, Senin (8/11/2021).

Dadang mengetahui sumur miliknya mengandung BBM seperti solar setelah diteliti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang dan Pihak Kecamatan yang datang setelah mendapat laporan darinya tadi pagi.

"Tadi pagi banyak yang datang ke sini dari BPBD Sumedang dan Kecamatan katanya sumur saya seperti mengandung minyak solar," ungkapnya.

Dadang mengaku kejadian ini baru pertama kali terjadi sejak sumur yang memiliki kedalaman 14 meter ini dibangun pada empat tahun silam.

Sebelumnya, ia tidak menaruh kecurigaan atas temuannya itu. Namun semakin lama dibiarkan kandungan bahan bakar mirip solar di sumurnya semakin tampak.

Bahkan ia cukup kaget saat hendak menyalakan rokok, api dari pemantik yang dinyalakannya malah menyambar tangannya yang saat itu dalam keadaan basah oleh air sumur.

"Seminggu kebelakang mah bau-bau cuma sedikit namun semakin ke sini semakin menyengat, kagetnya pas nyalain rokok, apinya malah nyala ke tangan saya," ucapnya.

Puncaknya, kata Dadang, terjadi kemarin atau pada Minggu (7/11/2021) pagi. Saat itu, ia melihat sumur miliknya bukan berwarna bening namun malah berwarna kuning tebal dengan mengeluarkan bau menyengat khas bahan bakar solar.

Mengetahui hal itu, ia dengan dibantu saudaranya langsung menguras sumurnya itu sampai sisa air hanya beberapa centimeter dari dasar sumur. Namun saat dilihatnya kembali tadi pagi, bukannya hilang, kandungan minyak di sumurnya malah semakin bertambah.

"Pas kemarin hari minggu saya kuras dari mulai jam 9 pagi sampai jam 7 malam sampai tinggi air cuma sekitar beberapa centimeter lagi, namun pas dilihat tadi pagi, minyaknya malah semakin banyak," ucapnya.

Dadang mengatakan saking banyak kandungan minyak, sumurnya itu sempat diserbu oleh saudara dan tetangganya untuk diambil minyaknya lantaran tampak mengambang dan terpisah dari air sumur di permukaannya.

"Ada puluhan liter mah yang saya bagikan, ada yang pakai botol air mineral, ada yang pakai wadah jeriken minyak, karena kan kalau minyak solar itu mengambang di atas air, kelihatan kuning tebal," ungkapnya.

Sumur Dadang pun kini untuk sementara waktu tidak bisa digunakan dan telah dipasangi garis polisi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Tanpa kejelasan yang pasti dari pihak terkait soal status sumurnya itu, Dadang pun bersama keluarganya kini terpaksa harus meminta bantuan dari tetangganya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.

"Sekarang ya terpaksa minta ke tetangga, pokoknya jangan dulu digunakan kalau kata petugas yang tadi pagi datang kesini," ujarnya.

(mso/mso)