Menyelisik Masalah Petani Padi di Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 10:27 WIB
Petani padi di Pangandaran dihadapkan beragam persoalan
Petani padi di Pangandaran dihadapkan beragam persoalan (Foto: Faizal Amiruddin)
Pangandaran -

Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengambil langkah serius untuk mengawal petani padi yang saat ini sedang memasuki musim tanam.

Langkah pertama dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan semua pihak terkait di sebuah hotel di kawasan pantai Pangandaran, Selasa (2/11/2021) petang.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata itu menghadirkan penyuluh pertanian, kepala desa, Bulog, BMKG, perbankan, produsen pupuk dan lainnya.

Sejumlah permasalahan petani padi terungkap dan dibahas dalam pertemuan ini, meski beberapa poin ada yang belum bisa terselesaikan.

Kekurangan Pupuk NPK

Misalnya terkait masalah ketersediaan pupuk NPK yang menjadi keluhan klasik petani Pangandaran di musim tanam.

"Ternyata pasokan pupuk NPK untuk Pangandaran di bawah kebutuhan. Kita butuh 14 ribu ton, tapi hanya dapat jatah 6 ribu ton. Nah ini jadi masalah yang terus berulang di musim tanam," kata Jeje Wiradinata usai rapat.

Jeje mengatakan jatah pupuk tersebut ditentukan oleh pemerintah pusat, sehingga upaya yang akan dilakukan adalah konsultasi ke pemerintah pusat. "Ya nanti kita konsultasikan ke Kementerian Pertanian dan meminta bantuan ke Komisi terkait di DPR. Itu tugas saya sebagai Bupati," kata Jeje.

Selain itu upaya yang dilakukan untuk memantau ketersediaan pupuk, Jeje mengaku akan membuat grup WhatsApp khusus yang didalamnya ada penyalur, penjual di semua tingkatan, kelompok tani, penyuluh dan lainnya. "Saya juga masuk grup, jadi terpantau langsung," kata Jeje.

Sementara untuk berbeda dengan pupuk NPK, ketersediaan pupuk urea di Pangandaran justru surplus. Kebutuhan 3.000 ton tapi mendapatkan pasokan sekitar 6.000 ton. "Kalau urea aman, ya asal jangan ada penyalur yang nakal, urea sudah tak ada masalah," kata Jeje.