ADVERTISEMENT

Wisata Cirebon Kini dalam Genggaman

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 18:24 WIB
Wisata di Cirebon kini dalam genggaman
Wisata di Cirebon kini dalam genggaman (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Awal tahun lalu, Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, meluncurkan aplikasi bernama Gwido. Aplikasi ini memiliki peran layaknya pemandu wisata.

Gwido menjadi jawaban dunia wisata di Kota Cirebon dalam beradaptasi di era digital. Keraton bekerja sama dengan perusahaan swasta mengembangkan aplikasi tersebut. Hingga hari ini, Keraton Kasepuhan Cirebon masih memanfaatkan Gwido sebagai panduan bagi wisatawan.

Sejak pertama diluncurkan hingga saat ini memang belum terlalu diminati. Namun, Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat optimistis Gwido bisa lebih berkembang.

Alexandra tak menampik Gwido menjadi solusi bagi wisatawan pada awal pandemi. Sebab, pemerintah memberlakukan PPKM. Sektor wisata ditutup sementara saat itu. Gwido pun menjadi alternatif bagi wisatawan melepas rindunya untuk berkunjung ke Keraton Kasepuhan.

"Aplikasi Gwido ini di dalamnya ada informasi soal silsilah, sejarah Goa Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, agenda tradisi dan paket wisata," kata Alexandra saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2021).

Tak hanya informatif, aplikasi yang diluncurkan era Sultan Sepuh XV PRA Arief Natadiningrat itu juga interaktif. Aplikasi ber-ikon songkok hijau khas Cirebon itu memiliki fitur augmented reality (AR), teknologi yang menggabungkan benda maya dengan lingkungan nyata. Pengunjung yang telah mengunduh Gwido cukup lakukan scan di stiker berkode batang atau barcode. Stiker ini ditempelkan di beberapa benda pusaka yang ada di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Barcode masih bisa diakses. Masih bisa digunakan pengunjung," kata Alexandra.

"Di dalamnya juga ada promosi dan paket wisata. Tapi semenjak pandemi hatga tiket atau palet wisata di keraton sudah berubah. Kita akan evaluasi untuk perubahan harganya," kata Alexandra menambahkan.

Saat ini tiket masuk keraton Rp 15 ribu. Untuk museum yang sebelumnya Rp 20 ribu, kini jadi Rp 15 ribu. Bahkan, Keraton Kasepuhan menawarkan paket terusan, pengunjung cukup membayar Rp 20 ribu bisa menikmati area keraton dan museum.

"Kunjungan sudah mulai meningkat. Peningkatan sudah mulai terasa sejak acara maulid," ucap Alexandra.

Keraton Kasepuhan saat ini berupaya memaksimalkan teknologi yang ada. Rencananya, pembayaran tiket dan pelayanan lainnya bisa menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), kanal pembayaran elektronik menggunakan kode batang.

"Kita sudah koordinasi dengan BankBJB dan Bank Indonesia (BI). Saya sudah siapkanrekeningnya untukQRIS. Tinggal pelaksanaan saja," tutur Alexandra.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT