Pedagang-Pembeli Keluhkan Tingginya Harga Minyak Curah di Majalengka

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:33 WIB
Pedagang dan pembeli di Majalengka keluhkan mahalnya minyak curah
Pedagang dan pembeli di Majalengka keluhkan mahalnya minyak curah (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Harga minyak goreng di Kabupaten Majalengka terus melonjak naik. Kenaikan harga minyak goreng ini dikeluhkan sejumlah pedagang dan pembeli, salah satunya yang ada di Pasar Sindangkasih.

"Naik sudah hampir satu bulan mas," ucap Didi salah seorang pedagang minyak goreng curah di Pasar Sindangkasih saat ditemui detikcom, Senin (1/11/2021).

Didi yang merupakan pedagang grosir minyak goreng menjelaskan saat ini harga per kilogram minyak goreng curah mencapai Rp 19 ribu. Harga tersebut jauh dari harga normal yang biasanya hanya mencapai Rp 13-15 ribu.

"Sekarang Rp 19 ribu per kilo untuk yang curah, kalau yang kemasan saya juga jual harganya gak jauh beda itu untuk merk yang terkenal," ucapnya.

Didi juga mengungkapkan untuk minyak goreng kemasan biasanya Ia mampu menyetok hingga 50 karton. Namun saat ini Ia hanya berani menyetok maksimal 20 karton minyak goreng kemasan.

Meski sudah mengurangi jumlah stok namun Didi mengaku tetap kesulitan menjual minyak goreng baik curah maupun kemasan. Pasalnya kata dia, pembeli juga mulai mengeluhkan kenaikan harga tersebut.

"Banyak yang ngeluh pembeli, jadi sekarang boro-boro mau untung, yang penting mikirin balik modal," tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Nova pedagang minyak lainnya. Ia mengatakan kebaikan harga minyak goreng kali ini merupakan yang tertinggi selama Ia menjadi pedagang.

"Ini paling parah naiknya. Selama jadi pedagang tahun 2007 baru kali ini harganya bisa mencapai Rp 19 ribu perkilo," jelas Nova.

Ia pun berharap agar pemerintah bisa segera mengambil tindakan untuk menekan kembali harga minyak goreng. "Harapannya coba adakan operasi pasar oleh pemerintah supaya harganya cepet turun apalagi apalagi sekarang mau natal tahun baru," ujarnya.

Naiknya harga minyak goreng juga dikeluhkan oleh sejumlah pembeli. Mereka mengaku keberatan dengan harga minyak goreng yang terus naik tiap harinya. Akibatnya pembeli harus bisa menghemat penggunaan minyak goreng di rumah.

"Jelas keberatan, biasanya itu gak sampai segitu harganya. Jadinya harus hemat-hemat pakainya," singkat Iin Aminah pembeli minyak goreng di Pasar Sindangkasih Majalengka.

(mud/mud)