Keripik Penyelamat Drummer dan Lilin Bandung Jajal Pasar Global

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 14:37 WIB
Produksi Keripik SiDaun
Drummer ini pindah haluan menjadi tukang keripik di Kota Bandung. (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung -

"Seperangkat drum elektrik dijual seharga empat juta rupiah untuk beli beras dan kebutuhan sehari-hari," kata Irwan Cahya Darma alias Iweng.

Iweng terdampak pandemi COVID-19. Dia dan musisi lainnya di Kota Bandung kehilangan mata pencaharian lantaran pentas musik diatur ketat pemerintah selama masa penerapan PSBB hingga PPKM. Tempat hiburan malam dilarang beroperasi. Aktivitas bermusik di kafe serta arena pentas lainnya bernasib serupa.

"Musisi terpuruk dan hancur lebur dihajar pandemi," ucap drummer sejumlah band yang antara lain Gypsy Can, Inner Self dan Absolute, serta pernah nyambi additional player Peterpan dan ikut andil menggarap album Project Pop.

Setahun lebih, sejak Maret 2020, Iweng menganggur. Penggebuk drum tersebut terkunci pagebluk. Alat musik miliknya terpaksa berpindah tangan lantaran urusan perut dan kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda.

"Drum elektrik itu ibarat senjata dan modal saya untuk menghasilkan uang," ujar lelaki berusia 47 tahun ini mengenang barang kesayangannya tersebut.

"Tersisa stik drum saja," ucap Iweng sambil tertawa.

Dia putar otak. Iweng memutuskan menjadi pedagang keripik.

Iweng diajak sahabatnya, Yusantio Rhazaq, untuk bersama-sama memperkokoh fondasi usaha keripik Singkong Daun (SiDaun). Yusantio selaku CEO SiDaun. Produk keripik berbahan daun singkong ini masuk daftar UMKM mitra binaan PT Pertamina (Persero).

"Pandemi ini momentum bagi saya. Tak selamanya profesi bermusik bisa diandalkan. Enggak mungkin saya sampai tua main drum. Saya harus punya pekerjaan lain atau usaha sampingan. Sekarang jadi tukang keripik," tuturnya sambil meracik dan mencetak keripik di tempat produksi SiDaun, Jalan Kiara Asri 6, Komplek Bumi Asri No.6, Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Produksi Keripik SiDaunIweng memproduksi keripik SiDaun. (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)

Keripik SiDaun menyelamatkan sang drummer dan menuntunnya melakoni pekerjaan anyar. "Alhamdulillah sekarang ada penghasilan, ya terbantu. Saya percaya suatu proses dan perjuangan. Nggak ada yang instan," kata dia.

Iweng ogah gengsi yang semula menabuh drum di atas panggung, kini berkecimpung di dapur sembari ditemani kompor dan perkakas masak. Meski tertatih-tatih merintis usaha dan memproduksi camilan keripik, dia memegang komitmen untuk serius menapaki bisnis tersebut bareng Yusantio.

"Enjoy dan dinikmati. Jika nanti main drum aktif lagi, usaha ini jangan dikesampingkan. Harus jalan keduanya. Kerja keras!" ucap Iweng menegaskan.

Simak video 'Blak-blakan Menteri Koperasi dan UKM: Tiga Strategi Modernisasi Koperasi & UMKM':

[Gambas:Video 20detik]