Keren! Pria Asal Subang Ini Ubah Paralon Jadi Miniatur Motor

Dian Firmansyah - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 11:02 WIB
Herman pria asal Subang ubah paralon jadi miniatur motor.
Foto: Herman tengah merakit miniatur motor berbahan paralon (Dian Firmansyah/detikcom).
Subang -

Pandemi COVID-19 tidak hanya memberi dampak terhadap kesehatan saja. Namun juga berdampak buruk ke kondisi perekonomian.

Berbagai kegiatan usaha terpaksa terhenti imbas dari merebaknya virus Corona yang telah merenggut banyak nyawa. Kondisi itu mengakibatkan banyak pegawai harus kehilangan pekerjaannya akibat kena PHK.

Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Herman (32), warga Tanjungjaya, Desa Manjul, Kecamatan Pagaden Barat, Subang. Ia terpaksa harus berhenti kerja karena tempatnya bekerja harus tutup sementara gegara COVID-19.

Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat dan tetap berjuang di tengah kesulitan yang ada. Dia kini memulai usai kecil dengan penuh ketekunan.

Melalui tangan kreatifnya dia mampu menciptakan kerajinan miniatur motor berbahan dasar paralon. Sejak saat itu, belasan motor berbagai jenis sudah ia ciptakan mulai dari motor kekinian hingga motor jadul.

Herman pria asal Subang ubah paralon jadi miniatur motor.Miniatur motor karya Herman (Foto: Dian Firmansyah).

"Awalnya terjadi virus corona, mungkin di situ susah nyari kerjaan lain karena kerja saya yang biasa saya kerjakan sehari-hari kan di tutup sementara karena ada wabah virus Corona, saya coba memperdalam miniatur yang dulu sempat vakum selama tiga tahun enggak buat lagi, saya coba dijadikan usaha awal," ungkap Herman perajin miniatur saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/09/2020).

detikcom berkesempatan melihat langsung proses pembuatan miniatur motor yang unik itu. Herman memulainya dengan memotong dan membelah paralon sebagai bahan utama. Kemudian meratakannya dengan sedikit dipanaskan.

Langkah selanjutnya Herman membuat pola motor yang akan di buat, hanya dengan melihat gambar motornya ia membuat sketsa bodi. Sedangkan untuk rangka motor, Herman menumpuk bahan paralon dan menghaluskannya hingga berbentuk seperti batang dan kemudian di rangkai.

Sementara untuk bagian mesin, bahan paralon di potong menyerupai bentuk mesin aslinya kemudian satu persatu bentuk itu di tumpuk dan jadilah sebuah mesin motor.

"Saya bentuk dengan cara saya meluruskan pipa paralon, saya gunting sesuai pola bentuk motor yang diinginkan si pemesan. Kesulitan dari segi mesin karena harus detail," ujarnya.

Setelah selesai dibentuk bagian demi bagian, kemudian untuk proses penyelesaian ia berikan sentuhan warna. Namun karena keterbatasan alat ia memanfaatkan barang yang ada di rumah untuk dijadikan sebuah alat layaknya kompresor untuk pengecatan.

"Untuk pembuatan satu unitnya bisa makan waktu satu minggu sampai satu bulan tergantung tingkat kesulitan," jelas bapak dua anak itu.

Hasil karya seninya sudah laku terjual ke sejumlah wilayah di tanah air seperti Jakarta, Bandung, Medan dan Jawa Tengah. Ia banderol harga satu unitnya mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 Juta.

Adapun bahan yang digunakan paralon ukuran 5/8 inch, PVC form board, batang Korek kuping, paku kecil, lem perekat, dan cat.

(mso/mso)