Korupsi Aset Desa Rp 50 M, Berapa Keuntungan Diraup Kades Lembang?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 13:43 WIB
Poster
Ilustrasi kasus korupsi (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Polda Jabar tengah mendalami keuntungan yang didapat kepala desa (kades) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang melakukan korupsi pemindahan aset desa. Sejauh ini, hasil audit BPK nilai kerugian negara mencapai Rp 50 miliar lebih.

Dalam kasus ini Polda Jabar menetapkan dua tersangka yaitu Kades Cikole Jajang Ruhiyat dan mantan Kades Cibogo Maman Suryaman. Keduanya kini sudah ditahan di Mapolda Jabar.

"Dengan adanya kerugian itu terlihat adanya keuntungan finansial yang dilakukan oleh dua tersangka tersebut," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (29/10/2021).

Namun, Arief belum bisa merinci berapa keuntungan yang didapat oleh Kades Cikole Jajang Ruhiyat dan mantan Kades Cibogo Maman Suryaman tersebut. Meski begitu, kata Arief, perbuatan keduanya telah dinilai sebagai upaya dugaan tindak pidana korupsi.

Kedua tersangka melakukan penghapusan aset desa dan memindah tangankan menjadi milik pribadi. "Jadi kedua orang itu melakukan penghapusan aset desa melalui SK kepala desa. Aset desa dihapus dengan SK kepala desa dan dipindahtangankan ke pihak yang tidak berwenang," tutur Arief.

Adapun aset lahan yang dimaksud terletak di blok lapang persil 57 Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Total luas aset lahan itu delapan hektare.

(dir/bbn)