3 Owa Jawa Dilepasliarkan di Kawasan Gunung Tilu Kabupaten Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:56 WIB
Pelepasliaran owa jawa di Kabupaten Bandung.
Pelepasliaran owa jawa di Kabupaten Bandung (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Sebanyak tiga ekor Owa Jawa (Hylobates moloch) dilepasliarkan di Kawasan Cagar Alam Gunung Tilu pada Kamis (28/10/2021) siang. Usai pelepasliaran, BKSDA Jabar bersama The Aspinal Foundation, PPTK Gambung dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung akan melakukan pemantauan hingga bebas sepenuhnya.

Tiga Owa Jawa itu bernama, Goku, Uut dan Obar. Karena alasan keamanan, pelepasliaran Uut dan Obar tidak dapat disaksikan oleh banyak orang.

"Hari ini bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda dan Hari Owa Jawa Internasional yang jatuh dapat empat hari lalu, kami melepaskan tiga ekor Owa Jawa," ucap Kabid Wilayah II Soreang, BKSDA Jabar Pupung Purnama, Kamis (28/10/2021).

Pupung menuturkan BKSDA mendapatkan Goku dari salah seorang warga yang tidak mengetahui bahwa Owa Jawa merupakan hewan yang masuk dalam kategori hampir punah dan dilindungi undang-undang.

Saat itu, usia Goku baru berusia tiga bulan. Goku diharuskan dikarantina karena kondisi tubuhnya yang kurus dan kehilangan kemampuan berayun.

"Setelah kami terima, Goku, termasuk Uut dan Obar, kami bekerja sama untuk terlebih dahulu menyehatkan mereka. Dan dirawat oleh dokter," ucapnya.

Diperlukan 1,5 tahun hingga akhirnya Goku dapat kembali sehat. Saat dilepasliarkan, Goku berusia tiga tahun dan memiliki berat badan berkisar 4,3 kilogram.

"Sehat itu ada dua kriteria, sehat secara fisik dan memiliki sifat liar maka akan kami liarkan. Dan kami lihat Goku sudah sehat benar dan masih memiliki sifat liar maka kami liarkan," ungkapnya.

Di pihak lain, Kasie III Bandung BKSDA Jabar Rizal Batubara menuturkan pihaknya tetap melakukan pemantauan. Pemantauan akan dilakukan hingga Goku, Uut dan Obar bebas sepenuhnya.

"Kami pun akan melakukan pemantauan ke dalam hutan, mengamati pergaulannya, soalnya di beberapa tempat ada Owa yang memperebutkan wilayah dan terluka. Kemudian dirawat kembali," ucapnya.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak memburu Owa Jawa. Kemudian, diperlukan kesadaran bersama bahwa hewan endemik Jawa ini harus dilindungi.

(mso/mso)