Dipecat Sepihak, Eks Sekuriti Blokir Akses Masuk Apartemen di Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 14:51 WIB
Mantan Sekuriti blokir akses masuk apartemen di Bandung
Mantan Sekuriti blokir akses masuk apartemen di Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Akses masuk ke sebuah apartemen di Bandung sempat ditutup mantan sekuriti dan warga. Hal itu diakibatkan adanya pemberhentian secara sepihak oleh vendor keamanan apartemen tersebut.

Akses jalan yang sempat ditutup tersebut merupakan akses jalan menuju apartemen The Jarrdin yang berlokasi di Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Mereka menutup akses jalan tersebut menggunakan kayu hingga tumpukan sampah selama satu hari lebih dari Selasa (26/10) hingga Rabu (27/10) sore.

Kemarin sore, akses jalan dibuka usai adanya rencana mediasi yang akan dilakukan antara mantan sekuriti yang diberhentikan dengan pihak pengelola apartemen akhir pekan ini.

Sementara itu berdasarkan pantauan siang tadi, akses masuk sudah normal. Terlihat juga sejumlah petugas kebersihan tengah membereskan sampah yang masih berserakan. Terlihat tumpukan sampah di sisi jalan masuk ke apartemen itu.

"Nah ada dari pihak kepolisian mau memediasi kita sabtu. Kita buka dulu jalan. Kita juga kasian ke penghuni yang nggak tahu apa-apa malah ditutup," ujar Ganjar Sanusi (31) eks sekuriti saat ditemui di lokasi, Kamis (28/10/2021).

Ganjar menuturkan penutupan akses masuk ini dilakukan lantaran dia dan puluhan orang rekannya diberhentikan secara sepihak. Hal itu terjadi saat pihak pengelola dari perkumpulan pemilik dan penghuni satuan rumah susun (P3SRS) mengganti vendor keamanan.

Dengan adanya pergantian itu, kata Ganjar, dia yang saat itu tengah berjaga tiba-tiba didatangi oleh segerombolan orang pada Senin (25/10) malam. Dia dan belasan sekuriti lainnya yang sedang berjaga 'diusir' paksa.

"Kita tidak dikasih tahu dulu awalnya. Dari vendor baru datang tiba-tiba nyuruh kami pulang dalam keadaan jaga itu juga. Mereka klaim ada surat tugas jaga di Jarrdin dari P3SRS" tutur Ganjar yang sudah bekerja sejak 2013.

Hingga akhirnya keesokan harinya atau pada Selasa (26/10), Ganjar dan rekan-rekan lainnya yang merupakan warga sekitar melakukan aksi. Mereka menutup akses jalan masuk ke apartemen tersebut.

"Ini bentuk aspirasi kita dari warga. Karena akses jalan itu buat warga bukan ke Jarrdin. Aspirasi karena bentuk kekecewaan kita. Sangat menyayangkan ada kejadian kita diusir sampai di suruh pulang. Kalau secara baik-baik nggak akan ada kejadian. Kita juga nggak anarkis nggak rusak fasilitas," ujarnya.

"Kita lakukan ini supaya penghuni komplen ke atas (pengelola) supaya duduk bersama," kata dia menambahkan.

Sementara itu, building manajer The Jarrdin Rahmat Gunawan menuturkan aksi kemarin merupakan imbas dari pemberhentian oleh vendor yang baru. Menurut Rahmat, pergantian vendor ini dilakukan oleh pengelola The Jarrdin. Dia juga mengaku tak dilibatkan dalam pemilihan vendor baru tersebut.

"Dengan itu warga bereaksi supaya ada tanggapan dari P3SRS. Vendor sekarang ini ada satu vendor pemilihan vendor oleh P3RS tanpa melibatkan building manajemen. Vendor yang lama mengundurkan diri tanpa konfirmasi ke kami dan ke sekuriti. Sehingga terjadi aksi karena tidak ada duduk bersama konfirmasi apapun sekuriti lama sehingga terjadi kekecewaan," kata dia.

Menurut Rahmat, total ada 43 orang sekuriti yang diberhentikan. Dari informasi yang dia dapat pun, vendor baru hendak mengganti sekuriti yang lama dan membatasi kuota sekuriti.

Selain memberhentikan sekuriti lama, pihak pengelola juga melakukan penyegelan terhadap kantor manajemen building. Informasi yang didapat Rahmat, rencananya pihak P3SRS hendak mengambil alih seluruh pengelolaan. Padahal di satu sisi, sambung dia, P3SRS belum secara legal menjadi pengelola.

"Tidak ada konfirmasi tiba-tiba disegel. Itu untuk ambil alih oleh P3SRS. Kita inginnya secara legal saja sesuai peraturan," katanya.

(dir/mud)