Nostalgia Warga Naik Bus Damri Bandung: Teman Kuliah-Diisengi Pedagang

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 13:31 WIB
Sejumlah bus Damri terparkir karena berhenti beroperasi sementara
Penampakan Bus Damri yang berhenti beroperasi sementara (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Warga Kota Bandung berbagi pengalaman mereka saat menumpang bus Damri. Mereka sepakat, pengalaman naik bus perusahaan pelat merah itu tak akan pernah tergantikan.

Salah satunya Titan Roskusumah, ibu yang kini bekerja sebagai PNS itu mengenang kembali masa-masa indah saat duduk di bangku kuliah sekitar tahun 1994. Kala itu, ia yang tinggal di Ujungberung Bandung menjadi mahasiswa baru di Fikom UNPAD.

Berangkat dari Ujungberung ke Jatinangor, Titan kerap menumpang angkot. Tapi pulangnya, bus Damri lah yang menjadi pilihan utama. Alasannya selain harga yang terjangkau dompet mahasiswa, pengalaman yang ditawarkan pun tak terlupakan.

"Kalau pulang saat itu alternatif yang bisa diambil ya bus Damri. Ongkosnya yang terjangkau, nggak repot gonta ganti kendaraan dan seru terutama. Gimana nggak seru, kami rombongan seangkatan Maba Fikom saat itu bareng sama senior jalan kaki dari Unpad ke Unwim tempat pangkalan Damri saat itu," ujar Titan kepada detikcom.

"Nunggu bus datang di tengah terik dan gersangnya Jatinangor, sambil bercanda, ngeceng mahasiswa lainnya pokoknya seru banget," kenang Titan.

Tentu saja, kapasitas kursi dan jumlah mahasiswa yang naik tak seimbang. Walau terpaksa dempet-dempetan tapi baginya itu yang cukup membekas dalam memorinya.

"Begitu bus datang, kapasitasnya tentu saja tidak seimbang antara jumlah kursi dan penumpang. Cara mensiasatinya ya lempar tas ke dalam jendela, baru dorong-dorongan saling rebutan kursi. Atau titip tas ke teman yg berhasil duluan masuk. Seruu banget," ucapnya.

Kenangan lain naik bus Damri, adalah ketika ia menjadi relawan untuk membacakan buku bagi kawan-kawan tuna netra atau harus belajar di kampus UNPAD Dipatiukur.

"Lari-larian rebutan bus, nunggu di halte yang nggak nyaman, seringnya berdiri di bus sepanjang perjalanan menjadi kenangan yang tak terlupakan sampai saat ini. Terima kasih bus DAMRI, jasamu buat mahasiswa pas-pasan sangatlah membantu," pungkas Titan.

Lain halnya dengan Titan, Ryan warga Gegerkalong ingat ketika ia masih kecil, seringkali ada pedagang kacang, bacang dan cemilan lainnya yang suka bercanda dengan penumpang.

"Waktu kecil naek Damri, jajan bacang, iseng nanya gini "Bacang dalemnya diisi daging apa mang?", Dijawab sama mamang bacangnya "ooh ini mah special isinya daging gajah". Sampe rada gede percaya lo bacang isinya daging gajah," ujar Ryan.

Kemudian para pedagang asongan itu juga punya sistem jualan yang agak memaksa. Yakni dengan menyerahkan atau menyimpan dagangannya di paha penumpang. Biasanya, ujar Ryan, cara itu manjur agar penumpang khususnya anak kecil membeli.

"Yang berkesan itu saat pedagangnya tiba-tiba ngasih dagangan. Senang naik Damri, tapi sayangnya, memang ke sini-sini tujuan pergi enggak ada yang kelewat jalur Damri. Pas zaman kuliah semester awal tiap hari baik Damri karena murah," ucapnya.

Begitu pula dengan Zikrie, menurutnya tarif menumpang bus Damri sangat terjangkau untuk pelajar. Ia menumpang bus Damri jurusan Cicaheum-Cibeureum dari batas kota sampai ke Kebonjati. "Aku SMP naik Damri. Kalau pakai seragam bayarnya cuma Rp 300. Kuliah juga naik Damri, naik dari Elang sampai Jatinangor. Kalau pulang suka ambil trayek jatinangor-DU," pungkas Zikrie.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Damri Sidik Pramono menjelaskan, mayoritas pelaku perjalanan di Bandung tidak menggunakan bus kota dalam bermobilitas. Itu yang menjadi salah satu alasan Damri menghentikan operasional sementara.

Menurut Sidik, pelayanan bus kota di Bandung merupakan segmen komersial dan nonsubsidi sehingga Damri harus memperhitungkan keekonomian dalam menjalankan setiap kegiatan operasionalnya.

"Load factor yang kecil dan preferensi sebagian besar pelaku perjalanan di Bandung dalam bermobilitas yang tidak menggunakan buskota, menjadi dasar pertimbangan Damri untuk mengambil langkah tersebut yang dengan berat hati, harus diambil oleh Damri guna menekan kerugian dan menjaga keberlangsungan usaha Perusahaan," kata Sidik saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (28/10/2021).

(yum/mud)