4 Elang-Kucing Hutan Dilepasliarkan di Hutan Kawasan Gunung Ciremai

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 12:52 WIB
Pelepasliaran burung elang dan kucing hutan di Gunung Ciremai, Majalengka.
Pelepasliaran burung elang dan kucing hutan di Gunung Ciremai, Majalengka (Foto: Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka -

Sebanyak 4 ekor burung elang dan 3 ekor kucing hutan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) tepatnya di Buper Panten, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Majalengka pada Kamis (28/10/2021).

"Hari ini mengambil momen Hari Sumpah Pemuda Balai TNGC melakukan pelepasliaran elang brontok 2 ekor, elang ular bido 2 ekor dan kucing hutan 3 ekor," ucap Kepala Balai TNGC Teguh Setiawan saat diwawancarai wartawan.

Menurutnya satwa-satwa tersebut merupakan hasil penyerahan dari masyarakat yang sebelumnya telah menjalani masa habituasi selama kurang lebih 5 hari.

"Ini hasil penyerahan masyarakat kepada BKSDA Jawa Barat dan direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi. Datang ke sini (Majalengka) hari Minggu kemarin dan menjalani proses habituasi selama lima hari," jelasnya.

Adapun 4 ekor burung elang yang dilepasliarkan juga telah diberi nama yakni Floyd, Thor Darwin dan Maya. Sementara untuk 3 ekor kucing hutan diberi nama Suka, Lemo dan Neo.

Teguh mengungkapkan Balai TNGC sendiri selama tahun 2021 ini telah melepasliarkan hampir 86 spesies. Menurutnya kawasan TNGC yang memiliki luas lebih dari 14.000 hektare masih mampu menerima berbagai jenis satwa untuk dilepasliarkan.

"Untuk habitat di sini masih sangat luas sekali, kami ada 14.000 hektare lebih yang secara kajian masih bisa menerima satwa lain. Untuk mangsa dari predator sangat mencukupi, dia biasanya makan tikus, mamalia kecil dan masih berlimpah di sini," ujarnya.

Di tempat yang sama Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Indra Exploitasia menambahkan 4 ekor burung elang yang dilepasliarkan sebelumnya telah menjalani rehabilitasi untuk mengembalikan insting berburunya.

"Sebelumnya hewan ini hasil serahan masyarakat dan sudah kita rehabilitasi untuk mengembalikan sifat liarnya untuk bisa mencari mangsa di alam. Sudah dilakukan di PPS Sukabumi bagaimana kita melakukan rehabilitasi," ungkapnya.

Sementara untuk pelepasliaran kucing hutan sendiri tidak dilakukan berbarengan dengan burung elang. Sebab kucing hutan termasuk salah satu dari satwa yang menjadi mangsa burung elang.

"Ada kucing hutan tapi dilepasliarkan berbeda waktunya dan terpisah lokasinya karena kucing hutan ini termasuk mangsa dari elang," ujar Indra.

(mso/mso)