Kantor Penuh Sampah, Camat-Lurah di Serang Minta Bantuan Polisi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 15:56 WIB
Serang -

Jajaran dari Pemkot Serang mendatangi Reskrim Polres Serang Kota meminta petunjuk soal penanganan sampah dari Tangsel yang dibuang warga ke kantor kelurahan dan kecamatan. Mereka meminta polisi membantu agar sampah di dua kantor pemerintah itu bisa diangkut.

Pantauan detikcom, hadir Camat Taktakan Ahmad Saefullah, Kabag Hukum Subagyo dan Lurah Cilowong Bahtiar. Mereka mengaku meminta petunjuk dan arahan agar sampah bisa diangkut.

"Koordinasi mengenai sampah. Intinya mohon petunjuk dan arahan supaya sampah di situ bisa diangkut, supaya pelayanan untuk kantor kelurahan dan kecamatan bisa lancar," ujarnya Camat Saefullah, Rabu (27/10/2021).

Sampah Tangsel yang dibuang di kelurahan-kecamatan total ada 6 truk. Satu truk sampahnya dibuang di depan kecamatan dan sisanya ke kelurahan.

Saefullah membantah bahwa mereka membawa masalah ini ke ranah pidana. Mereka hanya ingin koordinasi agar sampah bisa diangkut dengan pengawalan dari kepolisian.

"Bukan. Koordinasi menyampaikan. Petunjuk dari Reskrim mengikuti arahan pak Kapolres. Arahannya sekarang sudah bisa diangkut sekarang ini," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Subagyo mengatakan, sampah yang dibuang di kantor kelurahan-kecamatan itu mengganggu pelayanan. Di lapangan, katanya ada kendala salah satunya soal informasi masyarakat yang melarang sampah untuk diangkut.

"Kami ke sini dari camat dan lurah minta solusi. Sudah dikomunikasikan dengan Kapolres dan Kasat Reskrim. Kita mengedepankan upaya mediasi dan musyawarah agar jangan sampai nanti ada upaya hukum jadi panjang. Kita akan musyawarah kembali dengan warga Cilowong," ujarnya.

Ia akui bahwa memang ada deadlock saat musyawarah antara Pemkot dan warga Cilowong. Masalahnya adalah soal tuntutan mengenai kompensasi bagi warga terdampak sampah Tangsel. Warga meminta ada kompensasi yang jumlah keseluruhannya ia sebut Rp 2,5 miliar per tahun. Tapi, angka itu tidak disepakati karena pengiriman sampah baru mulai pada September 2021.

"Karena dalam tuntutan itu menghitungnya satu tahun pengiriman, tapi dengan berbagai kendala dan mekanisme, sehingga Tangsel bisa buang sampahnya di bulan September," ujarnya.

(bri/mud)