Kawal Pembahasan UMP Jabar, Buruh Demo di Depan Gedung Sate

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:22 WIB
Demo buruh di depan Gedung Sate Bandung.
Foto: Demo buruh di depan Gedung Sate Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Sejumlah buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Mereka menggelar aksi untuk mengawal pembahasan upah minimum provinsi (UMP) Jabar.

Pantauan detikcom, Selasa (26/10/2021), aksi ini digelar dengan menutup Jalan Diponegoro atau akses jalan yang berada di depan Kantor Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Hari ini aksi pemanasan saja, aksi di mana kita nanti tanggal 19-20 dan 29-30 November UMP (pembahasan dan penetapan) Jawa Barat," kata koordinator aksi Ajat.

Ajat menyebut, pada Tanggal 19-20 dan 29-30 buruh di Jawa Barat juga akan menggelar aksi serupa dengan massa yang lebih banyak. "Itu pertempuran sesungguhnya, (aksi digelar) di depan Halaman Gedung Sate," ujarnya.

Aksi ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Karena masih dalam situasi pandemi COVID-19 buruh yang menjadi peserta aksi tetap menjaga jarak dan memakai masker.

"Perlu disampaikan, hari ini kita sampaikan permohonan tuntutan sekaligus mengingatkan kepada Gubernur Jabar bahwa ada kewajiban untuk mensejahterakan buruh pekerja se Jabar di 27 kabupaten kota," ucapnya.

Tak hanya di tingkat provinsi, aksi ini juga akan digelar di setiap daerah di Jawa Barat dengan tuntutan yang sama. "Besok sampai Jumat nanti ada gerakan yang masif di kota dan kabupaten, November ini dewan pengupahan merumuskan dan membicarakan besaran upah minimum yang akan berlaku di Jabar tahun 2022," katanya.

Pihaknya juga meminta kepada para pimpinan serikat buruh agar mengawal penetapan UMP di setiap daerahnya. Menurut Ajat, masih banyak daerah UMP nya rendah dan harus dinaikkan karena biaya hidup yang semakin meningkat.

"Ciayumajakuning sangat jauh dengan Bandung Raya, apalagi Karawang, ini jadi tantangan semua. Kita minta agar upahnya tidak jauh berbeda, karena biaya hidup sama," ujarnya.

Menurutnya, aksi kali ini digelar tidak terlalu lama. Aksi sebenernya akan dilakukan sebelum penetapan UMP nanti.

"Kita tidak akan melaksanakan aksi cukup panjang, setelah orasi pimpinan, audiensi pimpinan dengan pihak gubernur, balik kanan dan kita akan siapkan aksi di daerah," ujarnya.

(wip/mso)