PeduliLindungi Belum Terpasang, Pembukaan Alun-alun Bandung Tertunda

Wisma Putra - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 17:33 WIB
PeduliLindungi belum terpasang, Alun-alun Bandung tak bisa dikunjungi
PeduliLindungi belum terpasang, Alun-alun Bandung tak bisa dikunjungi (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Petugas Satpol PP membubarkan pengunjung di kawasan Alun-alun Kota Bandung. Sebab, kawasan tersebut belum terpasang pemindaian PeduliLindungi.

Pantauan detikcom, Senin (25/10/2021) sore sekitar Pukul 15.00 WIB puluhan pengunjung masuk ke kawasan Taman Alun-alun melalui akses masuk Masjid Agung dan gerbang Jalan Asia Afrika.

Para pengunjung itu langsung berpencar, bermain di rumput sintetis dan kursi taman hingga wahana permainan anak yang ada di taman tersebut.

Tidak berselang lama, belasan anggota Satpol PP Kota Bandung membubarkan para pengunjung dan meminta pengunjung keluar dari kawasan Taman Alun-alun Bandung.

Seperti diketahui, dalam Perwal No 13 Tahun 2021 di masa PPKM Level 2, taman-taman di Kota Bandung sudah dapat dibuka kembali salah satunya Tanan Alun-alun Bandung.

Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian mengatakan, Taman Alun-alun Bandung belum dibuka karena belum terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

"Walaupun sudah dibuka kan harus ada Aplikasi PeduliLindungi. DPKP3 sedang siapkan itu, orang lain juga sama dibuka tuh harus ada aplikasi itu, seperti di mal dan di toko modern," kata Rasdian via sambungan telepon.

Rasdian menyebut, taman tersebut sementara bekum dibuka sampai ada aplikasi PeduliLindungi."Sementara tutup dulu sampai ada aplikasi itu," ujarnya.

Rasdian menyebut, karena akses masuknya banyak, nanti bakal ada pintu utama yang digunakan dan tidak hisa digunakan semuanya.

"Belum ada, apalagi itu pintu masuknya banyak," sebutnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung (DPKP3) Dadang Darmawan mengatakan, pihaknya sudah mengajukan aplikasi PeduliLindungi kepada Kemenkes namun belum ada tindaklanjut.

Meski demikian, pihaknya sudah memasang barcode disetiap taman tematik di Kota Bandung.

"Sekarang baru barcode, belum terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi karena belum ada jawaban (dari Kemenkes) diajukan mohon biar dapat diproses keluar masuk pengunjung terdeteksi (melalui aplikasi PeduliLindungi)," kata Dadang via sambungan telepon.

"Tapi sekarang belum ada jawaban kita terapkan barcode di tapi ," tambahnya.

Jika aplikasi PeduliLindungi sudah terpasang, Taman Alun-alun Bandung hanya dapat dikunjungi dengan kapasitas pengunjung 25 persen atau sekitar 100 orang.

"Alun-alun Bandung maksimal 25 persen atau 100 pengunjung," ujarnya.

Salah satu pengunjung Tanti (34) mengaku kecewa, padahal ia dan anaknya sudah masuk ke dalam kawasan Alun-alun Bandung.

"Kecewa, baru foto bentar, padahal udah kangen banget," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas Satpol PP Kota Bandung masih berjaga di dalam kawasan Alun-alun Bandung dan pengunjung yang sebelumnya masuk ke dalam kawasan berlalu-lalang di luar kawasan alun-alun.

(wip/mud)