Adat Guar Bumi, Kebiasaan Warga Jatiserang Majalengka Sambut Masa Tanam

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 14:28 WIB
Melihat adat guar bumi yang merupakan ritual menyambut masa tanam
Melihat adat guar bumi yang merupakan ritual menyambut masa tanam (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka menggelar acara adat Guar Bumi pada Senin (25/10/2021). Acara adat Guar Bumi ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat setempat dalam rangka menyambut masa tanam pertama.

Bertempat di halaman Kantor Desa Jatiserang, acara adat ini tampak meriah dengan dihadiri oleh ratusan masyarakat setempat. Mereka kompak mengenakan pakaian adat serba hitam untuk laki-laki dan kebaya untuk perempuan.

Beberapa pagelaran seni budaya desa seperti gemblung, sampyong dan debus yang ditampilkan semakin membuat suasana Guar Bumi Desa Jatiserang meriah. Selain itu ada juga pameran hasil bumi serta kreasi buatan masyarakat.

Kepala Desa Jatiserang Tirta Wirahman mengatakan acara adat Guar Bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Desa Jatiserang untuk menyambut masa tanam pertama. Menurutnya Guar Bumi penting diadakan untuk memupuk rasa kebersamaan masyarakat.

"Ini adalah tradisi yang perlu dibangun oleh masyarakat dan di musim tanam pertama ini Guar Bumi sangat penting demi rasa kebersamaan, mensyukuri dan kita sebagai generasi muda jangan menghilangkan nilai adat," kata Tirta.

"Adapun kegiatannya ada stand pameran hasil bumi Desa Jatiserang, kreasi desa dan keunggulan desa. Kemudian ada atraksi seni budaya yang juga harus dilestarikan," imbuhnya.

Tirta berharap dengan adanya acara adat Guar Bumi ini masyarakat bisa kompak untuk menyambut masa tanam pertama sehingga hasil bumi Desa Jatiserang nantinya dapat melimpah.

"Harapannya agar musim tanam pertama itu hasilnya bisa berlimpah. Hasil bumi kita itu padi, untuk lahan total ada 52 hektare," tandasnya.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana menambahkan jika Guar Bumi merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dulu dan perlu dilanjutkan.

"Jadi ini adalah budaya yang harus dilanjutkan karena di dalamnya ada misi. Misi guar bumi adalah untuk mencintai tanah, merawat tanah dan kekompakan masa tanam pertama," jelasnya.

Ia pun meminta di masa tanam pertama nanti masyarakat Majalengka khususnya Desa Jatiserang bisa menjaga kekompakan serta menyertakan ilmu pengetahuan untuk bercocok tanam.

(mud/mud)