PTM 12 Sekolah Bandung Dihentikan Gegara COVID-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 09:54 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Belasan sekolah di Kota Bandung dari mulai tingkat SLB, SD, SMP dan SMA ditutup sementara karena ditemukan sejumlah kasus aktif COVID-19. Hal itu diketahui berdasarkan hasil tes acak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.

Dari informasi terakhir, ada sekitar 12 sekolah dihentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) nya. Hal itu dilakukan Komite Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung untuk melakukan tracing, testing dan treatment (3T).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi langkah Pemkot Bandung yang bergerak cepat dalam penanganan COVID-19, salah satunya dalam melakukan tes acak di lingkungan sekolah yang kini sudah menggelar kembali PTMT.

"Saya mengapresiasi kerja cepat dari Komite Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung, karena proses COVID-19 surut ini bukan berarti sudah hilang, sehingga rasio testing kita terhadap kasus memang rendah seperti dilaporkan harian, tapi jumlah testing tidak pernah diturunkan sehingga untuk memastikan seperti ini (lakukan tes acak)," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Minggu (24/10/2021).

Kang Emil sapaan akrabnya menyatakan langkah yang dilakukan Pemkot Bandung sudah sesuai dengan SOP yang harus dilakukan jika ditemukan kasus COVID-19 di sekolah.

"SOP nya, pada saat ditemukan di sekolah memang harus ditutup. Kemudian di tracing apakah si teman-teman sekelas, gurunya, atau feeling saya bukan di sekolah ya tapi di lingkungan rumah," ujarnya.

Kang Emil juga berpesan, apa yang dilakukan Pemkot Bandung juga harus dilakukan kabupaten kota lainnya di Jawa Barat.

"Saya apresiasi, tinggal tingkatkan kewaspadaan lagi apakah sudah divaksin atau belum, karena belum semua anak-anak dan pelajar di vaksin juga, kecepatan vaksinasi Jawa Barat sudah baik 400 ribuan per hari tertinggi di Indonesia, jumlah vaksin dosis juga tertinggi sudah 30 juta, 20 juta dosis 1 dan 10 jutaan dosis 2," ungkapnya.

Ia berharap dengan tes acak ini bisa memberikan kenyamanan kepada para siswa dalam kegiatan PTMT.

"Mudah-mudahan dengan pola kewaspadaan ini makin hari makin tenang bahwa mereka yang tatap muka tetap terjaga melalui proses random sampling ini," tuturnya.

Saat disinggung apakah di daerah lain, selain Kota Bandung penutupan sekolah terjadi juga di daerah lain, Kang Emil sebut belum dapat laporan.

"Belum ada laporan, mungkin nanti saya dorong, jangan-jangan testing rutin tapi tidak di sekolah, saya akan arahkan setelah ada di Bandung ini untuk melakukan pengetesan (sekolah di daerah lain)," jelasnya.

Pihaknya juga akan menggelar rapat evaluasi penanganan COVID-19 bersama Komite penanganan COVID-19 di setiap daerah, untuk membahas permasalahan ini.

"Minggu ini saya rapat membahas fenomena ini, setiap Minggu kan kita rapat membahas isi mingguan, pembahasannya Minggu ini membahas random sampling di sekolah," tuturnya.

Kang Emil menambahkan, penutupan sekah diajukan sesuai hasil tes acak.yang dilakukan. Jadi, jika ditemukan satu atau dua orang yang positif sekolah tidak langsung ditutup, melainkan akan dilakukan secara proporsional.

"COVID-19 mengajarkan kita harus proporsional, ingat enggak dulu kasus COVID-19 di desa jaub enggak ada, tapi dosanya sama ikut ditutup karena PPKM nya disana rasakan, itukan enggak adil juga, pokoknya basisnya ilmiah saja," ujarnya.

Simak video 'Wanti-wanti Jokowi ke Bupati saat Ada Siswa Terpapar Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)