Mensos Risma Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien di Sumedang

Nur Azis - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 12:16 WIB
Mensos Risma ziarah ke makam Cut Nyak Dien di Sumedang
Foto: Nur Azis
Sumedang -

Menteri Sosial Tri Rismaharini berziarah ke Makam Pahlawan Nasional asal Aceh, Cut Nyak Dien di Komplek Pemakaman Gunung Puyuh, Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang, Jumat (22/10/2021).

Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma itu datang didampingi Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto berserta rombongan. Mereka langsung disambut Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta jajarannya saat tiba sekitar pukul 08.30 WIB.

Setelah sampai di hadapan makam Cut Nyak Dien, Menteri Risma dengan didampingi Bupati Sumedang langsung bersimpuh untuk memanjatkan doa bagi pahlawan perempuan asal Aceh tersebut. Untuk kemudian dilanjutkan prosesi tabur bunga.

Menteri Risma mengatakan kunjugannya kali ini dalam rangka menyongsong hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November. Ia berharap generasi muda saat ini dapat memahami bahwa kemerdekaan tidak diraih dari hasil pemberian.

"Perjuangan (pahlawan) seperti Cut Nyak Dien dan Imam Bonjol dan perjuangan itu perjalanannya panjang sekali, sebagian tokoh pejuangan itu tergerak untuk merdeka tidak mau dijajah," ujar Risma kepada awak media, Jumat (22/10/2021).

Risma mengungkapkan dirinya sempat terpikir untuk menyisir berapa banyak makam-makam para pahlawan dari mulai Aceh sampai Papua.

Menurutnya, berziarah ke makam pahlawan sangat baik bagi generasi muda dan anak-anak sebagai pembelajaran untuk mengingat bagaimana perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

"Jadi anak-anak bisa kita ajari, mungkin tahun sekarang kita adakan (peringatan) di Jakarta di taman makam pahlawan, mungkin tahun depannya lagi kita adakan di Aceh atau di daerah lainnya," terang Risma.

Ia pun mengaku sempat kaget saat mengetahui makam Cut Nyak Dien ada di Sumedang. Terlepas dari itu, menurut Risma, banyaknya tokoh pejuang di Indonesia merupakan sesuatu yang patut direnungi dan hormati atas jasa-jasanya.

"Kebayang perjuangan dulu itu (dalam mengusir penjajah Belanda) dimana Aceh kalau sekarang di negara Indonesia tapi dulu mungkin Jawa seperti negaranya sendiri karena munkin ada kerajaan Jawa, kebayang Cut Nyak Dien dibuang ke sini dan mungkin Cut Nyak Dien tidak pernah bisa membayangkan bisa hidup di tempat lain," paparnya.

Ia menegaskan contoh-contoh dari para pahlawan inilah yang ingin diangkatnya agar dipahami oleh generasi muda bahwa perjuangan para pahlawan diraih dengan pengorbanan yang luar biasa.

"Saya juga menangani tentang kepahlawan, karang taruna dan saya coba buat konsep dimana generasi muda yang masih muda-muda bisa mengerti bahwa perjuangan para pahlawan ini sangat luar biasa," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Risma pun menyempatkan diri untuk melihat-lihat lingkungan makam Cut Nyak Dien dan berbincang dengan Bupati Sumedang.

(ern/ern)