Unak Anik Jabar

Unik, Dusun di Majalengka Ini Hanya Ada 7 Rumah

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 16:46 WIB
Dusun Balemalang di Majalengka hanya ada 7 rumah
Foto: Bima Bagaskara
Majalengka -

Sebuah Dusun di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat terbilang unik. Itu karena di kampung bernama Balemalang ini hanya terdapat 7 rumah saja. Bahkan sejak dulu jumlah rumah di sini tidak pernah bertambah maupun berkurang.

Dusun Balemalang ini berada di Desa Balagedog, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka. Lokasinya sekitar 4 km dari kantor desa. Untuk menuju Dusun Balemalang ini, harus melalui area persawahan dan juga menaiki bukit.

Saat tiba di Dusun Balemalang, suasana yang begitu asri sangat terasa. Di dusun ini tidak terdengar sama sekali suara kendaraan bermotor. Sepintas memang tidak ada yang berbeda dari dusun ini. Namun jika dihitung, rumah di Dusun Balemalang ini hanya ada 7.

"Iya cuma ada 7 rumah di sini," kata Tisna (46) salah seorang warga Dusun Balemalang saat ditanya detikcom, Kamis (21/10/2020).

Namun Tisna sendiri tidak mengetahui persis kenapa di Dusun Balemalang hanya terdapat 7 rumah. Ia mengatakan yang tahu tentang sejarah Balemalang adalah sesepuh yang mayoritas sudah meninggal dunia.

"Soalnya yang sesepuhnya sudah pada meninggal dunia. Kalau yang muda-muda sekarang enggak begitu tahu sejarahnya itu gimana," ujarnya.

Menurutnya nama Dusun Balemalang yang warganya mayoritas berprofesi sebagai petani dan penganyam rotan sudah dikenal masyarakat luas, sebagai dusun yang unik karena jumlah rumahnya itu. Bahkan tidak sedikit youtuber yang datang untuk membuat konten.

"Banyak yang ke sini, ya begini nanya sejarah kemudian bikin video. Menurut saya orang sini mah biasa aja enggak ada yang istimewa. Mungkin kedengarannya di luar sini ya begitu unik atau gimana," ungkap Tisna.

Sementara itu Kepala Dusun Balemalang Ukatma menjelaskan dusun tersebut dulunya merupakan pusat dari Desa Balagedog. Namun kemudian pusat desa dipindahkan dari Dusun Balemalang.

"Menurut sejarah dikatakan balemalang artinya bale itu kan balai, malang itu menghalang. Jadi kantor balaidesa yang menghalang jalan. Di sini balai desa pertama," ujarnya.

Meski menjadi kepala Dusun Balemalang, Ukatma juga tidak tahu persis asal usul jumlah rumah yang tidak pernah bertambah maupun berkurang. Namun seingat dia, sempat ada yang mengatakan jika membangun rumah di Dusun Balemalang, penghuninya akan meninggal dunia.

"Mitosnya di situ itu rumah enggak boleh lebih dari 7. Pernah lebih dari 7 rumah itu, enggak tau meninggal enggak tau kenapa pemiliknya jadi akhirnya 7 lagi. Itu katanya dengar-dengar saya juga," tutup Ukatma.

(ern/ern)