Orang Pinggiran

Aksi Sopian Kawal Pintu Perlintasan Kereta Api

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 18:36 WIB
Penjaga Palang Pintu Kereta di Bogor
Sopian tiap hari mengawal palang pintu perlintasan kereta api di Kota Bogor. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor -

Lampu sinyal elektrik yang dipasang PT KAI menjelang perlintasan kereta api di Tanah Sareal, Kota Bogor, menyala merah. Lampu itu menjadi pertanda atau informasi bahwa kereta api segera melintas dalam waktu sekitar 2-3 menit kemudian.

Seketika, Sopian Hadi (34) meniup peluitnya sambil bergegas menarik tambang yang diikatkan langsung ke besi portal di depan palang pintu perlintasan. Saat itu pula, besi portal menutup akses perlintasan kereta api bagi kendaraan roda dua dan empat.

Sopian tak langsung santai. Dia terus berdiri mengawasi pengendara di mulut perlintasan. Sambil bersiap membuka portal dengan melepas ikatannya ketika kereta api sudah berlalu.

Lelaki ini merupakan bapak dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga palang pintu tak resmi di perlintasan kereta api, Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor. Setiap hari, ia bertugas mulai pukul 13.00 hingga pukul 17.30 WIB.

Pekerjaan Sopian memang bukan pekerjaan resmi. Sebab dia tidak mendapat kontrak apa pun dari pihak PT KAI. Untuk menutup dan membuka portal, ia lakukan secara manual menggunakan tali yang diikatkan ke ujung besi portal.

Uang yang ia dapat kisaran Rp 100 ribu per harinya. Duit itu cukup untuk menghidupi anak dan istrinya. Uang yang Sopian dapatkan itu merupakan hasil pemberian sukarela dari pengendara yang melintas.

"Sehari ada tiga sif. Setelah saya ada orang lain, teman saya juga jaga sampai pukul 00:00 WIB," kata Sopian mengawali perbincangannya bersama detikcom, beberapa waktu lalu.

Penjaga Palang Pintu Kereta di BogorPengendara berhenti sejenak dan menunggu kereta melintas di Bogor. (Foto: M. Sholihin/detikcom)

Selama berbincang dengan Sopian, detikcom harus mengikuti geraknya karena dia tidak bisa meninggalkan tugasnya menarik portal, kemudian melepaskannya kembali dan mengatur lalu lintas di perlintasan. "Ngobrolnya sambil berdiri saja ya. Soalnya saya nggak boleh telat tarik portal. Bahaya nanti ada motor yang lewat, bisa ketabrak (kereta api)," tutur Sopian.

Padatnya perjalanan kereta api jurusan Jakarta-Bogor membuat Sopian sibuk. Dia pun harus terjun mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak terjadi kemacetan di tengah perlintasan kereta.

"Kalau dihitung berapa kali, saya nggak tahu pasti. Pokoknya lebih dari 100 kali kereta api lewat selama waktu jam kerja. Ya berarti 100 kali juga saya narik-lepas portal," ujar Sopian.

"Terbayang kan gimana pegalnya, kadang ketiak sama pundak sakit, karena gerak terus. Tapi sekarang sudah biasa, pegal sedikit nggak dirasain," ucapnya sambil tertawa dan mata terus mengawasi jalur kereta.