Ikan Mati Massal di Waduk Jangari Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 18:15 WIB
Ikan di kolam jaring apung di Waduk Jangari Cianjur mati mendadak diduga akibat cuaca ekstrem.
Ikan di kolam jaring apung di Waduk Jangari Cianjur mati mendadak diduga akibat cuaca ekstrem. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Sebanyak 200 ton ikan nila dan mas mati mendadak di kolam jaring apung (KJA) Waduk Jangari, Kabupaten Cianjur. Kematian massal ikan yang diduga disebabkan upwelling dan peralihan cuaca mengakibatkan petani merugi.

Jimmy, pemilik KJA di Blok Cinenang Kecamatan Mande mengatakan, kematian ikan di KJA di Waduk Jangari sudah terjadi sejak lima hari lalu. Puncaknya, Rabu (20/10) pagi kematian massal terjadi hampir di seluruh KJA.

"Awalnya hanya sedikit, kemudian besoknya ada lagi yang mati. Tapi hari tadi pagi semakin banyak, bahkan di KJA saya semua ikan yang ditanam mati," ucapnya, Rabu (20/10/2021).

Menurutnya, dari puluhan KJA di blok tersebut, diperkirakan total ikan yang mati mencapai 200 ton. "Setiap kolam hitungan yang matinya ton-an. Mulai dari hanya yang beberapa ton, hingga yang KJA-nya besar seperti milik saya ikan yang mati mencapai 30 ton. Kalau ditotal dengan rekan yang lain, sampai 200 ton yang mati," kata Jimmy.

Dia menjelaskan kematian ikan di tahun ini lebih parah dibandingkan tahun lalu, dimana pada 2020 total ikan yang mati hanya 30 ton. "Lebih parah yang sekarang, kalau dulu 30 ton itu total keseluruhan, sedangkan sekarang dari kolam saya saja sudah 30 ton, ditambah kolam yang lain," ujarnya.

"Saya sendiri saja merugi sampai Rp 700 kita, karena total semuanya mati, tidak ada yang bisa dipanen. Jadi kalau ditotalkan dengan petani ikan yang lain, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah," tutur Jimmy menambahkan.

Menurut dia, kematian massal ikan ini disebabkan terjadinya upwelling dan perubahan cuaca secara ekstrem. "Jadi perubahan cuaca, sehingga mengakibatkan juga upwelling. Sebenarnya petani sudah terbiasa menghadapi hal tersebut, tapi kondisi cuacanya juga ekstrem, sehingga kematiannya lebih parah dibandingkan tahun lalu," ucap Jimmy.