Babak Baru Nasib Jembatan Buntung di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 21:55 WIB
Jembatan Leuwi Dahu di Kampung Cibitung, Kabupaten Cianjur, bikin warga bingung karena tidak punya jalan penghubung. Warga pun menjulukinya jembatan siluman.
Jembatan 'siluman' yang buntung alias tanpa jalan penghubung. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Pemkab Cianjur memastikan akan membangun akses untuk jembatan di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Sekadar diketahui, jembatan yang baru selesai dibangun itu disorot publik lantaran kondisinya buntung alias tanpa jalan penghubung. Warga menyebutnya jembatan 'siluman'.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Eri Rihardiar mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk menghitung biaya pembangunan akses jalan di kedua sisi jembatan. "Tim hari ini ke lapangan, menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun akses jalan di kedua sisi jembatan yang viral kemarin," ucap Eri di Kantor PUPR Cianjur, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, jika anggaran yang dibutuhkan tidak besar, pembangunan akses jalan akan dilakukan di tahun ini dan masuk ke anggaran perubahan. "Kita lihat berapa biayanya, kalau tidak besar kita anggaran di APBD perubahan. Kalau cukup besar biayanya, kita anggarkan di APBD murni 2022. Kalau tahun depan juga tidak lama, tinggal dua bulan," tuturnya.

Namun, menurut Eri, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, terkait pembagian kewenanganan untuk pembangunan. "Kalau memang desa ada anggaran, kita kolaborasi. Jadi pembangunan ada yang dari APBD dan dan dana desa. Tapi kalau memang desa tidak ada anggaran, kita akan bangun seluruhnya agar bisa segera digunakan," ucap Eri.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan pihaknya segera menganggarkan pembangunan akses penghubung Jembatan Leuwi Dahu. Dia menjelaskan jalan tersebut sebenarnya merupakan kewenangan desa.

"PUPR sudah diminta untuk dianggarkan, kalau bisa di akhir tahun sudah selesai. Kita kolaborasi juga dengan desa, pemerintah desa ada anggaran berapa, nanti selebihnya oleh PUPR. Bukan hanya jalan, tapi TPT (Tembok Penahanan Tanah), supaya jalan dan jembatan tak cepat rusak oleh luapan air sungai," kata Herman.

Kepala Desa Cibokor Elian Syahudin mengatakan pihaknya hanya memiliki anggaran sebesar Rp 70 juta untuk pembangunan jalan penghubung jembatan. Anggaran tersebut dinilai minim, sebab ada dua sisi jalan yang harus dibangun. Termasuk pembangunan TPT, sebab air sungai yang mengalir di bawah jembatan kerap meluap.

"Jadi kalaupun dipaksakan hanya dengan anggaran segitu, tidak akan tuntas. Makanya saya harap ada perhatian dari Pemkab. Alhamdulillah tadi siang sudah ada tim dari Dinas PUPR yang mengukur dan menghitung anggaran yang dibutuhkan. Saya harap dengan respon tersebut, akses bisa segera dibangun dan jembatan bisa secepatnya digunakan warga," tutur Elian.

(bbn/bbn)