Jabar Hari Ini: Heboh Jembatan 'Siluman'-Peran 7 Tersangka Pinjol Ilegal

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 22:15 WIB
Jembatan Leuwi Dahu di Kampung Cibitung, Kabupaten Cianjur, bikin warga bingung karena tidak punya jalan penghubung. Warga pun menjulukinya jembatan siluman.
Jembatan 'siluman' di Cianjur (Foto: Ismet Selamet)
Bandung -

Beragam peristiwa menarik pembaca Jabar dan Banten hari ini. Mulai dari jembatan siluman di Cianjur dan Polda Jabar tetapkan 7 tersangka pinjol ilegal.

Jembatan 'Siluman' di Cianjur Bikin Warga Bingung

Jembatan Leuwi Dahu di Kampung Cibitung, Kabupaten Cianjur, bikin warga bingung. Penyebabnya gegara jembatan tak memiliki akses alias tidak punya jalan penghubung. Aya-aya wae!

Lantaran kondisi itulah dijuluki jembatan 'siluman'. Sudah pasti warga tidak bisa melewati jembatan tersebut.

"Selesai dibangun tiga pekan lalu. Sekarang belum bisa digunakan, karena tidak ada akses jalan. Kata warga mah jembatan 'siluman', karena cuma 'siluman' yang bisa lewat situ," ujar Kepala Desa Cibokor Elian Syahudin hari ini.

Selain tak ada akses jalan, jembatan tersebut posisinya juga cukup tinggi, yakni sekitar 3 meter dari permukaan tanah di sekitarnya. "Jadi kalaupun mau ke atas jembatan tersebut harus memanjat dulu," ucapnya.

Elian menjelaskan jembatan sepanjang 11 meter dengan lebar sekitar 3 meter itu dibangun oleh Pemkab Cianjur, tepatnya melalui dinas PUPR. Anggaran pembangunan jembatan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai Rp 190 juta.

"Dibangunnya oleh pihak ketiga. Kalau desa hanya penerima manfaat," kata Elian.

Saat ini, menurut Elian, warga masih mempergunakan jembatan lama terbuat dari bambu yang berada di sampingnya. Meski berbahaya karena tak ada pembatas, warga tak punya pilihan lain.

"Ketika pembangunan jembatan baru, sengaja jembatan lama tidak dibongkar. Kalau dibongkar, nanti warga mau lewat mana. Sekarang saja kan jembatannya belum bisa dimanfaatkan," ujarnya.

"Banyak yang jatuh saat melintas jembatan lama, karena di kanan kirinya tidak ada pembatas," ucap Elian menambahkan.

Dia berharap Pemkab Cianjur membantu pembangunan jalan menuju jembatan. Sebab, meski desa akan menganggarkan pembangunan dari anggaran dana desa, tidak akan cukup untuk membangun jalan di kedua sisi.

"Anggarannya cukup besar, karena harus dibangun di dua sisi jembatan. Ditambah harus dibangun juga TPT agar jalan tidak cepat rusak jika air sungai meluap. Kalau dari dana desa akan lama, makanya saya mendorong Pemkab juga membantu membangun jalan dan TPT-nya agar segera bisa digunakan warga," tutur Elian.

Adam Syahidan (27), warga Cibokor, berharap, Jembatan Leuwi Dahu yang baru dibangun bisa segera digunakan warga. "Buat jembatan itu yang bisa digunakan, mudah-mudahan ada akses jalan untuk bisa melintas menggunakan jembatan itu," kata Adam.

Dia mengungkapkan, saat ini warga masih menggunakan jembatan lama yang ada di samping JembatanLeuwiDahu. "Jembatan dari bambu kan kecil. Kalau pakai motor bisa, tapi banyak yang jatuh. Apalagi kan petani suka bawa hasilnya pakai motor," ucap Adam.