Jembatan Gantung Pandeglang Ambruk, Pelajar Batal Berangkat ke Sekolah

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 12:59 WIB
Jembatan gantung di Pandeglang ambruk.
Foto: Jembatan gantung di Pandeglang ambruk (Rifat Alhamidi/detikcom).
Pandeglang -

Jembatan gantung yang memutus dua kecamatan di Pandeglang, Banten menyebabkan anak-anak mengurungkan niatnya berangkat ke sekolah. Mereka tak berani melintasi jembatan itu karena kondisinya sudah rusak parah dan sudah ambruk menyentuh permukaan Sungai Ciliman.

Pantauan di lokasi, belasan anak-anak yang berangkat dari kediamannya sekitar pukul 06.30 WIB terpaksa pulang lagi ke rumah meski sudah rapi mengenakan seragam sekolah. Mereka terpaksa menunda kewajibannya belajar di kelas meski ada jalur lain yang lebih jauh dan lebih aman untuk dilintasi.

"Kalau lewat jalan lain kejauhan kak, bisa kesiangan ke sekolahnya. Tadinya kirain masih bisa dilewatin, tahunya udah doyong itu mah ke air," kata Yoga, siswa kelas dua MTs yang bersekolah di desa sebrang saat ditemui di lokasi jembatan, Sindangresmi, Pandeglang, Senin (18/10/2021).

Karena kondisi tersebut, Yoga dan belasan anak-anak di Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang itu mau tak mau pulang lagi ke rumah masing-masing. Jika lewat jalur lain, Yoga mengaku jarak tempuhnya lebih jauh dan orang tuanya tidak memiliki kendaraan untuk mengantarkan siswa kelas dua MTs ini berangkat ke sekolah.

"Bapak enggak ada motor, enggak bisa nganterin. Paling nanti bilang ke bapak, minta izin ke bu guru kalau Yoga enggak bisa sekolah dulu," ucapnya.

Terpisah, ketua RT setempat Sarmain mengaku sudah sempat melarang anak-anak berangkat ke sekolah karena jembatan gantung di desa sudah tidak bisa digunakan untuk melintas lagi. Namun ternyata, sebagian anak-anak masih tetap memaksa berangkat lantaran hari ini bertepatan dengan upacara hari Senin di sekolah.

"Anak saya aja udah sempet dilarang, tapi keukeuh aja pengen berangkat. Dia denger kemarin masih bisa ada yang lewat, makanya maksain supaya enggak kesiangan upacara di sekolah," ungkapnya.

Karena kendala tersebut, Sarmain mengaku akan meminta izin ke pihak sekolah supaya anak-anak di desanya sementara ini bisa difasilitasi belajar dari rumah. Pasalnya, tak banyak warganya yang memiliki kendaraan bermotor hingga bisa mengantarkan anak-anak berangkat sekolah menggunakan jalur lain yang jauh dibanding melewati jembatan tersebut.

"Yang punya motor sebagian doang, belum kan kalau pagi-pagi harus pergi ke sawah. Paling nanti saya minta izin ke ibu gurunya, sementara ini libur dulu enggak ke sekolah sambil belajarnya dari rumah," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jembatan gantung penghubung dua kecamatan di Pandeglang, Banten ambruk pada Jumat (15/10) kemarin. Jembatan itu pun kini sudah ditutup oleh warga dan sudah tidak bisa digunakan lagi seperti biasa untuk menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan.

Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi dengan Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, itu kini tak bisa digunakan lagi seperti biasa. Warga setempat sudah menutup jembatan itu dengan memanfaatkan dua bilah bambu panjang untuk memblokir akses menuju jembatan.

(mso/mso)