Penampakan Jembatan Gantung yang Ambruk di Pandeglang Ditutup Warga

Rifat Alhamidi - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 17:39 WIB
Jembatan gantung penghubung dua kecamatan di Pandeglang, Banten ambruk pada Jumat (15/10/2021). Pemicunya, diduga terjadi lantaran umur jembatan yang sudah tua.
Jembatan ambruk di Pandeglang ditutup warga (Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Sebuah jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan di Pandeglang, Banten ambruk pada Jumat (15/10) kemarin. Jembatan itu pun kini sudah ditutup oleh warga untuk menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan.

Pantauan di lokasi, Minggu (17/10), jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi dengan Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, itu kini tak bisa digunakan lagi seperti biasa. Warga setempat sudah menutup jembatan itu dengan memanfaatkan dua bilah bambu panjang untuk memblokir akses menuju jembatan.

Imat warga setempat mengatakan, warga kini terpaksa memutar lebih jauh ke jalan lain untuk menuju wilayah yang dilalui Sungai Ciliman selebar 50 meteran itu. Padahal, biasanya jembatan itu menjadi akses utama warga lantaran jarak tempuhnya lebih dekat dan bisa dilalui kendaraan roda dua.

"Dari kemarin udah ditutup jembatannya, jadi sekarang kalau mau nyebrang harus muter jauh. Biasanya kan cuma 10 menitan doang, ini kalau muter bisa lebih dari setengah jam kalau pakai motor," katanya saat berbincang dengan detikcom ketika ditemui di kediamannya, Sindangresmi, Pandeglang.

Di lokasi, jembatan gantung yang menghubungkan pemukiman warga di dua kecamatan itu memang sudah bisa tak digunakan lagi. Pemicunya diduga terjadi lantaran salah satu tali berbahan besi penyangga jembatan itu putus dan tak bisa lagi menahan beban jembatan.

Akibatnya, jembatan berbahan besi itu mengalami kerusakan parah. Bahkan, sarana perlintasan warga untuk menyebrang itu sudah menyentuh permukaan aliran sungai lantaran tiang penahan jembatan juga rusak akibat putusnya tali penyangga.

Meski sudah rusak parah, Imat mengatakan masih ada warga yang nekat melintas di atas jembatan gantung tersebut. Tadi pagi, kata dia, ada warga yang memutuskan untuk bergelantungan di atas jembatan supaya bisa mengangkut bahan belanjaan dari desa seberang.

"Kan udah doyong gitu jembatannya, tapi masih ada aja yang lewat. Tadi pagi saya lihat dia bawa motor, terus motornya ditaro di dekat jembatan. Orangnya nyebrang gitu aja lewat jembatan, gelantungan dia tadi pegangan ke besi-besi jembatan sambil bawa kardus itu," ungkap Imat yang kebetulan memiliki rumah di dekat jembatan ambruk tersebut.

Imat berharap pemerintah segera mencarikan solusi untuk masalah jembatan gantung yang ambruk tersebut. Pasalnya, jembatan itu menjadi satu-satunya pilihan akses untuk warga lantaran lebih dekat dibanding melalui jalur yang lain.

"Yang paling deket ya lewat sini (jembatan) doang, tapi sekarang kehambat. Pengennya cepet dibenerin kang, biar kita bisa lewat sini lagi. Kan kasihan kalau anak-anak mau ke sekolah, bisa kesiangan terus tiap hari," harapnya.

Wartawan pun sempat mencoba menyusuri jalur lain yang menghubungkan Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi dengan Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang ini. Ternyata benar, selain jarak tempuhnya yang lebih jauh, medan jalan di jalur ini juga amat menyulitkan lantaran masih berupa tanah dan bebatuan kasar yang belum diratakan.

Tercatat, butuh waktu 30 menitan untuk sampai di desa seberang. Masalahnya bukan hanya di jarak tempuh saja, pengguna kendaraan bermotor pun harus ekstra waspada dan perlu keahlian lebih dalam berkendara jika tak ingin mengalami kecelakaan di tengah jalan.

(mud/mud)