Ini Peran 7 Tersangka Pinjol Ilegal di Sleman

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 11:54 WIB
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar AKBP Roland Ronaldy
Foto: Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar AKBP Roland Ronaldy (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Polda Jawa Barat menetapkan 7 tersangka berkaitan dengan pinjaman online (pinjol) ilegal yang berkantor di Sleman. Ketujuhnya memiliki peran masing-masing dalam menagih utang. Apa saja?

Ketujuh orang tersebut berinisial GT, AZ, RS, MZ, EA, EM dan AB. Mereka memiliki posisi masing-masing seperti GT sebagai asisten manajer, AZ sebagai HRD, RS sebagai HRD, MZ sebagai IT support, EA team leader desk collection, EM sebagai team leader desk collection dan AB sebagai desk collection atau debt collector online.

"Sampai dengan saat ini, jadi sudah ditetapkan tujuh orang tersangka terkait dengan desk collection ini," ucap Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar AKBP Roland Ronaldy di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (16/10/2021).

Roland menjelaskan masing-masing peranannya. Untuk team leader bertugas mengawasi pelaksanaan penagihan utang pinjol. Kemudian HRD bertugas untuk merekrut orang yang hendak bekerja. Kemudian desk collection atau debt collector yang bertugas menagih utang ke nasabah, asisten manajer bertanggung jawab.

"Sementara untuk IT, dia yang menyediakan seluruh IT untuk mendukung seluruh kegiatan desk collection ini," kata Roland.

Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jabar yang dipimpin oleh Kasubdit V Kompol A Prasetya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menggerebek kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal. Sebanyak 86 orang debt collector diringkus.

Perusahaan pinjol ilegal yang digerebek Polda Jabar berada di sebuah ruko lantai 3 Jalan Prof Herman Yohanes, Sami rono, Caturnunggal, Kecamatan Depok, Kota Yogyakarta, DIY. Polisi menggerebek tempat tersebut pada Kamis (14/10/2021).

(dir/mso)