Empat Fakta Pengungkapan Pinjol Ilegal di Sleman oleh Polda Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 10:53 WIB
Bandung -

Perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal digerebek Polda Jabar. Puluhan orang diamankan Polda Jabar dari penggerebekan tersebut. Seperti apa fakta-fakta sementara terkait pengungkapan itu?

1. 89 Pegawai Diamankan Termasuk HRD

Perusahaan pinjol itu digerebek tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Kompol A Prasetya. Penggerebekan di perusahaan yang berdomisili di Sleman, Yogyakarta itu dilakukan pada Kamis (14/10).

Saat dilakukan penggerebekan bersama Polda DIY, polisi menemukan sejumlah orang tengah beraktivitas penagihan uang kepada nasabah di depan layar komputer. Mereka yang berada di kantor itupun dibawa oleh Polda Jabar dari Sleman ke Bandung keesokan harinya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar AKBP Rolan Ronaldy mengatakan dari 89 orang tersebut dua di antaranya merupakan HRD perusahaan.

"HRD sudah kita amankan ada dua orang, yang lainnya itu sementara itu sebagai kelompok mereka lah cuman kita belum tau peran mereka statusnya apa, masih kita dalami," ujar Roland di Mapolda Jabar.

2. Korban Pinjol di Jabar Masuk RS-Stres

Polda Jawa Barat menggerebek kantor perusahaan peminjaman online (pinjol) ilegal. Penggerebekan dilakukan usai adanya laporan dari korban yang ditagih hingga mengalami depresi dan jatuh sakit.

"Pelapor saat ini dalam keadaan sakit dirawat di RS dan stres karena teror via HP oleh para debt collector pinjol," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rahman saat dihubungi, Jumat (15/10/2021).

Laporan tersebut dibuat korban berinisial TM. Dia melaporkan ke Polda Jabar pada Kamis (14/10) dengan nomor laporan LPB/828/X/2021/SPKT/POLDA JABAR.

"Atas laporan tersebut tim melakukan penyelidikan," kata Arief.

Dari laporna tersebut, tim kemudian melakukan analisa terhadap nomor telepon yang digunakan untuk menteror korban. Ada satu nomor telepon yang kemudian dilacak oleh tim dari Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar.

"Adapun hasil dari analisa nomor telepon tersebut berada di Yogyakarta. Kemudian tim berangkat menuju Yogyakarta dan didapati kantor agensi penagihan pinjol," tutur Arief.

Saat dilakukan penggerebekan, sejumlah orang tengah melakukan aktivitas penagihan. Tim juga melakukan pencarian terhadap pegawai yang menggunakan nomor telepon untuk meneror pelapor.

"Tim melakukannya pencarian terhadap barang bukti yang terkait dengan laporan polisi. Selanjutnya ditemukan satu orang pegawai dari agensi penagihan tersebut yang cocok dengan digital evidence sesuai LP dengan nama AB (23)," kata Arief.

Dua fakta lainnya cek halaman berikutnya...