Tanah TPI Labuan Ambles Diduga Gegara JPO, Begini Respons Kontraktor

Rifat Alhamidi - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 15:53 WIB
Tanah di TPI Labuan ambles, kapal nelayan sulit bersandar
Tanah tempat pelelangan ikan Labuan Pandeglang ambles (Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Sejumlah nelayan di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten mengeluhkan amblesnya tanah di lokasi tempat pelelangan ikan (TPI) setempat. Nelayan pun menyebut, salah satu faktor tanah ambles ini gegara adanya pembangunan jembatan penyebrangan orang (JPO) di sekitar lokasi pelelangan.

Pihak pelaksana proyek itu pun akhirnya angkat bicara. Perusahaan bernama PT Pubagod Jaya Abadi itu pun menyatakan, tanah ambles tersebut bukan dipicu oleh keberadaan pembangunan JPO. Tapi memang, tembok pelelangan yang sudah tua lantaran dibangun pada 15 tahun yang lalu.

"Jadi begini, itu temboknya yang memang sudah tua ditambah ada pengerukan normalisasi sungai. Setelah normalisasi, temboknya itu jadi menggantung. Sama Pubagod juga sudah diukur, itu bukan gara-gara JPO," kata Humas PT Pubagod Jaya Abadi Dadi Supiadi kepada detikcom saat dikonfirmasi di Pandeglang, Banten melalui sambungan telepon, Jumat (15/10/2021).

Ia menegaskan, pihak perusahaan hanya akan memperbaiki tembok pelelangan yang rusak lantaran digunakan menjadi pondasi jembatan. Sementara untuk tanah ambles yang lain, dia menegaskan itu bukan urusan perusahaan.

"Kalau yang itu pasti akan diperbaiki, kan belum beres pekerjaannya juga. Tapi enggak semuanya, yang terkena JPO aja, itu yang akan kami betulkan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, nelayan di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten mengeluhkan amblesnya tanah di lokasi tempat pelelangan ikan (TPI). Gegara hal itu, perahu mereka jadi susah bersandar saat mengangkut ikan.

Menurut informasi, amblesnya tanah di lokasi pelelangan sudah terjadi sejak pekan lalu. Akibatnya, nelayan menjadi kesulitan ketika mau menyandarkan kapal di lokasi pelelangan lantaran banyaknya puing-puing tembok yang berserakan gegara amblesnya tanah tersebut.

"Udah dari minggu lalu kejadiannya. Kita jadi susah mau ngangkut ikan ke TPI, itu kan ada besi sama bekas coran juga, jadi kita takut kena perahu, takut jeblok," katanya kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Labuan, Pandeglang, Kamis (14/10/2021).

Selain itu, Camin pun menduga keberadaan proyek JPO di lokasi pelelangan ikut mengakibatkan kondisi tanah di sana menjadi ambles. Pasalnya, JPO ini diketahui memotong tembok pelelangan sekira hampir dua meter untuk dibuat menjadi pondasi jembatan.

"Semenjak ada jembatan, tanahnya jadi kayak gini (amblas). Sebelumnya mah enggak pernah kayak gini, ada banjir bandang geh kuat itu tembok. Tapi pas ada proyek itu, tanahnya jadi amblas," ungkapnya.

Selain tanah ambles, proyek jembatan itu dikeluhkan lantaran menghambat akses keluar masuk perahu nelayan di sekitar TPI. Pasalnya, para pekerja proyek terpantau membuat jalan yang menutup setengah jalur keluar masuk perahu untuk pengerjaan jembatan.

Camin pun berharap masalah tanah amblas dan puing-puing yang mengganggu aktivitas nelayan di sana segera bisa diselesaikan. Camin hanya ingin aktivitasnya dalam mengangkut ikan di lokasi pelelangan bisa normal kembali dan perahunya bisa bersandar di dekat TPI.

"Ya harapannya sih maunya ini dibetulin secepatnya. Tembok yang ambles cepet dibetulin, sama puing-puingnya diangkat semua. Sebab itu ganggu ke kita, bongkar muat ikannya jadi kehambat," ucapnya.

(mud/mud)