'Terowongan Kuno' Kembali Ditemukan di Kawasan Stasiun Bogor

M. Sholihin - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 15:28 WIB
Terowongan Kuno di Bogor
Wujud lorong disebut-sebut 'terowongan kuno' di Bogor. (Foto: Tim Peneliti Terowongan Kuno Kota Bogor)
Bogor -

Balai Arkeolog Jawa Barat bersama tim bentukan Pemkot Bogor melakukan survei lanjutan ke lokasi 'terowongan kuno' dan ruangan bawah tanah yang ditemukan di kawasan Stasiun Bogor.

Berdasarkan hasil penggalian lanjutan yang dilakukan pada Kamis (14/10) ditemukan kembali dua saluran air lain yang bermuara pada bak penampungan atau ruangan bawah tanah yang ditemukan sebelumnya. Total ada tiga saluran air dari tiga arah berbeda menuju bak penampungan.

"Berdasarkan hasil peninjauan kami memang ditemukan saluran lama. Saluran ini kalau diperhatikan itu terdiri dari balai yang diperuntukkan untuk aliran, ada yang ke arah barat, timur bahkan selatan," kata Kepala Balai Arkeologi Jabar Deni Sutrisna saat ditemui detikcom, Jumat (15/10/2021).

"Namun sayang untuk sejauh mana saluran ini berakhir itu belum dipastikan karena sudah tertutup oleh bekas implasemen bangunan, terutama yang di dalam lingkungan stasiun kereta api atau depo Stasiun Bogor," ucap Deni.

Dua saluran air kuno yang ditemukan pada Kamis (14/101/2021), juga mempertegas dugaan peneliti bahwa ruangan bawah tanah itu merupakan pertemuan air dari beberapa saluran air yang kemudian mengalir ke Sungai Cipakancilan.

"Sejauh ini ada 3 saluran air yang kita temukan, semuanya bertemu di ruangan itu. Pertama yang dari arah Jalan Nyi Raja Permas itu (pertama ditemukan), kemudian dari arah stasiun dan ketiga itu arah Sungai Cipakancilan," kata Wahyu, Ketua Tim Penelitian Terowongan Kuno yang dibentuk Pemkot Bogor, Jum'at (15/10/2021).

"Jadi memang tempat yang kita datangi itu, kita kenali sebagai titik pertemuan dari beberapa saluran tadi," kata tim ahli dari Universitas Pakuan Bogor ini menegaskan.