Heboh Warga Sindangbarang Cianjur Terima e-KTP Palsu

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 14:51 WIB
e-KTP palsu di Cianjur.
e-KTP palsu di Cianjur (Foto: Istimewa).
Cianjur -

Seorang warga di Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur mengaku mendapatkan e-KTP palsu viral di media sosial. Korban juga dimintai uang ratusan ribu rupiah oleh pelaku yang diduga oknum pegawai kecamatan yang menawarkan jasa pembuatan administrasi kependudukan tersebut.

Informasi yang dihimpun detikcom, temuan e-KTP palsu itu berawal ketika korban bersama suaminya akan mengubah alamat dalam kartu keluarga dan e-KTP. Selain itu korban juga membuat akta kelahiran anaknya untuk diproses ke BPJS kesehatan.

Korban kemudian membuat adminduk tersebut dengan bantuan salah seorang pegawai kecamatan. Setelah menunggu beberapa pekan, KTP dan adminduk lainnya selesai.

Namun, ketika suami korban hendak mengambil BPJS, petugas BPJS memberitahukan bahwa KTP serta NIK milik korban tidak terdaftar. "Awalnya saya tidak tahu kalau KTP itu palsu. Ketahuan palsu itu ketika suami saya ke Kantor BPJS untuk ngambil BPJS, tapi kata petugas KTP nya tidak terdaftar, bahkan NIK nya juga salah," kata korban melalui akun Facebook pribadinya, seperti dilihat detikcom, Jumat (15/10/2021).

Suami korban langsung mengecek KTP tersebut ke Disdukcapil Cianjur. Namun menurut petugas Disdukcapil KTP tersebut memang benar palsu.

"Kata petugas Disduk juga palsu, bahkan KTP itu bisa disobek karena terbuat dari kertas. Bahkan NIK nya juga beda antara dulu dengan sekarang," kata dia.

Setelah plastik laminating yang membungkus KTP tersebut dibuka, korban semakin curiga lantaran bagian atasnya lebih mirip kertas. Korban pun langsung merobek kertas tersebut dan mendapati jika identitas dirinya hanya ditempelkan di atas KTP milik orang lain.

"Jadi pelaku ini menempelkan hasil print yang seolah KTP saya di atas KTP orang lain. Tidak tahu itu KTP punya siapa, makanya saya juga informasikan takutnya KTP tersebut dibutuhkan oleh pemiliknya," ucap korban.

Dia mengungkapkan jika untuk membuat adminduk tersebut, korban dimintai biaya sebesar Rp250 ribu oleh oknum pegawai Kecamatan Sindangbarang yang juga merupakan tetangga suami korban. "Pokonya semuanya sampai jadi itu totalnya Rp250 ribu," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cianjur Munajat mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut dan tengah melakukan konfirmasi ke pihak terkait.

"Kita masih telusuri siapa oknumnya. Kita upayakan segera dapat perkembangan siapa pelakunya, karena kita sangat dirugikan karena bisa mencoreng nama baik kita," kata Munajat.

Dia menambahkan dengan adanya peristiwa tersebut akan menjadi evaluasi supaya tidak terulang kembali. Namun untuk proses hukum pihaknya menyerahkan kepada kepolisian.

"Ini akan jadi bahan evaluasi bagi kita supaya tidak terulang. Tapi untuk proses hukum biar polisi yang menangani, karena jika menurut undang-undang tindakan pembuatan KTP palsu ini sudah masuk ranah pidana," ujarny.

(mso/mso)