Jual Benur untuk Ekspor, Dua Warga Sukabumi Ditangkap Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 13:24 WIB
Sukabumi -

Dua orang pelaku penjual benur diamankan anggota Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi. Pelaku inisial M dan RA dibekuk di kawasan Puncak Bogor saat akan mengantar benur ke pengepul besar.

Dari tangan kedua pelaku polisi mengamankan 768 ekor benur siap ekspor jenis Mutiara dan Pasir. Harga benur yang menggiurkan membuat kedua pelaku melakukan usaha yang terlarang menurut peraturan pemerintah tersebut.

"Kami melakukan penangkapan ini karena ada imbauan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi. Tertanggal 30 November 2020 tentang imbauan tidak menangkap benur untuk ekspor," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Putra didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila di aula Presisi Polres Sukabumi, Rabu (13/10/2021).

Menurut Dedy, dua tersangka memiliki peran yang berbeda. M adalah pengepul yang biasa berusaha di bidang benur dan RA sebagai karyawan dari M. Dari 768 benur terdapat 443 jenis benur pasir dan 325 jenis benur mutiara. Benur itu dibungkus dalam plastik bening.

"Modus operandinya M membeli langsung kepada nelayan, harga benur jenis pasir dijual seharga Rp 9 ribu kepada Mr X selaku pengepul besar dan mereka mengambil keuntungan Rp 500 per ekornya untuk jenis benur mutiara RA membeli kepada nelayan seharga Rp 13 ribu dan dijual ke Mr X dengan harga Rp 13.500," kata Dedy.

"Dalam satu minggu dia bisa melakukan pengiriman tiga sampai lima kali pengiriman terhadap MR X atau kepada pengepul yang lainnya. Tersangka sudah bermain benur sekitar satu tahun," sambung dia.

Sementara itu, Kasatreskrim AKP Rizka Fadhila menjelaksan pelaku biasa mengirim tiga sampai lima kali dalam satu minggu. Untuk satu kali pengiriman dalam satu bulan mencapai Rp 100 juta.

"Jadi untuk pengiriman ini kalau kita lihat hanya seputar penangkapan (barang bukti) ini estimasi sekitar Rp 10 juta, namun karena aktifitas ini dalam seminggu itu bisa sekitar 3 sampai lima kali pengiriman dalam satu bulan kita estimasi sekitar 10.000 ekor atau kurang lebih sekitar Rp 100 juta," ucap Rizka.

Rizka menegaskan para pelaku bukan bekerja sebagai nelayan namun memang fokus kepada jual beli benur. "Ancaman hukumannya berdasarkan UU kelautan itu sekitar 8 tahun penjara, profesi pelaku wiraswasta tapi sehari-harinya jual beli benur dan bukan nelayan," ujarnya.

(sya/mso)