Prabowo Mau Maju Pilpres 2024, IPO: Harusnya Gerindra Lebih Bijak

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 10:29 WIB
Upacara penetapan pasukan Komcad (Dok. Tim Dokumentasi Menhan Prabowo Subianto).
Prabowo (Foto: Upacara penetapan pasukan Komcad.)
Bandung -

Pengamat Politik dari Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai peluang Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menang di Pilpres 2024 terbilang minim. Dari hasil riset, kata Dedi, Pemilu 2024 cenderung mengarah kepada tokoh-tokoh baru.

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani memastikan Prabowo Subianto akan mencalonkan diri di Pilpres 2024. Muzani menargetkan perolehan suara Prabowo di Sulawesi Selatan (Sulsel) menang dengan persentase 65 persen.

"Sekjen bisa saja hanya menguji respon publik terkait nama besar Prabowo untuk kontestasi 2024. Tetapi jika melihat data riset dan kajian, Prabowo sudah tidak lagi potensial memenangi kontestasi Pilpres," ujar Dedi saat dihubungi detikcom, Senin (11/10/2021).

"Hal ini karena dua hal. Pertama, tren elektabilitas Prabowo terus menurun, bahkan sejak dinyatakan kalah di Pilpres 2019 lalu. Kedua, kontestasi 2024 cenderung mengarah pada tokoh-tokoh baru, hal ini memungkinkan Prabowo semakin terlihat tidak relevan jika dibandingkan dengan pesaingnya nanti," ucap Dedi melanjutkan.

Dalam survei terakhir yang dipublikasikan IPO elektabilitas 5,7%. Ia dibawah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil dan Agus Harimurti Yudhoyono. Pada publikasi IPO tahun 2020, elektabilitas Prabowo berada di angka 16,4%.

Bahkan Prabowo dalam survei terakhir IPO tertinggal jauh dari Sandiaga Uno yang sama-sama dari Gerindra. "Semestinya, Gerindra lebih bijak dalam membaca situasi, memaksakan kehendak mengusung Prabowo hanya membuka peluang kekalahan kembali," ucapnya.

Terlepas dari itu, Dedi menilai pernyataan Muzani soal Prabowo maju 2024 masih berupa tes publik. "Statemen Sekjen lebih terlihat sebagai keinginan pribadi, bukan keputusan kolektif Parpol, dan masih mungkin terjadi dinamika. Sekjen bisa saja hanya menguji respon publik terkait nama besar Prabowo untuk kontestasi 2024," kata Dedi.

Dukungan 1.000 persen dari Jabar

DPD Gerindra Jawa Barat siap mendukung 1000 persen bila Prabowo Subianto kembali melenggang ke Pilpres 2024. Pasalnya, Prabowo mendapatkan raihan suara yang manis di Tanah Pasundan dalam dua kali pemilihan umum.

"Ya itu statemen dari pak sekjen di acara rakorda DPD Gerindra Sulsel nah untuk kami DPD Gerindra Jabar pasti mendukung 1000 persen, apalagi kita punya catatan sejarah terhadap dua kali kemenangan pak Prabowo dalam Pilpres," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra Bucky Wikagoe saat dihubungi detikcom, Minggu (10/10/2021).

Bucky menyebut, terakhir Prabowo meraih dukungan sebanyak 16 juta suara atau sekitar 60 persen suara di Jabar. Sehingga, ia optimis dengan modal tersebut.

"Tidak ada alasan bagi Gerindra Jabar tidak mendukung pencalonan pak Prabowo. Kami dalam rakorda Gerindra Jabar bulan April lalu sudah mendapatkan arahan dari ketua DPD kami Brigjen Purn Taufik Hidayat bahwa kami harus melakukan konsolidasi eksternal dan internal untuk menyongsong bila pak Prabowo maju di Pilpres," ucap Bucky.

"Dalam berbagai survei pun pak Prabowo di posisi yang tinggi itu yang membuat kami semangat untuk (mendukung Prabowo) maju di capres nanti," kata Bucky melanjutkan.

(yum/mud)