Disparbud-Arkeolog Akan Teliti Benda Diduga Fosil Hewan Purba di Saguling

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 14:30 WIB
Penampakan benda diduga fosil hewan purba di Waduk Saguling
Benda diduga fosil hewan purba ditemukan di Saguling (Foto: Dok warga)
Bandung Barat -

Warga Kampung Suramanggala, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemukan benda diduga fosil tulang dari hewan purba beberapa waktu lalu.

Benda yang diduga fosil tulang hewan purba itu ditemukan di sebuah gundukan tanah menyerupai pulau di tengah Waduk Saguling yang sedang menyusut debit airnya saat sedang mencari ikan.

Kepala Seksi Sejarah pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat Asep Diki mengatakan pihaknya bakal menggandeng Balai Arkeologi Bandung untuk meneliti temuan benda yang diduga fosil tulang itu untuk memastikan apakah berasal dari hewan purba atau bukan.

"Harus dicek lagi sama ahlinya dari Geologi apakah memang tulang hewan purba atau bukan. Kebetulan salah satu anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) KBB adalah peneliti di sana dan basic pendidikannya arkeologi," ungkap Asep Diki saat dihubungi detikcom, Jumat (8/10/2021).

Saat ini pihaknya bakal berkomunikasi terlebih dahulu dengan warga di lokasi tulang itu ditemukan supaya mengamankan temuan tersebut.

"Kami komunikasikan dulu biar temuannya diamankan. Nanti akan kami minta juga dokumentasinya sebagai bahan laporan sebelum dilakukan pengecekan ke lapangan," ujar Asep.

Jika melihat lokasi benda tersebut ditemukan dia mengatakan ada kemungkinan benda tersebut memang merupakan tulang dari hewan yang telah lama mati.

"Bisa jadi (fosil hewan purba), karena kan dulunya itu bagian dari danau purba. Kalau danau kan sumber air tempat manusia dan hewan zaman dulu berada. Tapi biar lebih pastinya kan harus diteliti oleh pihak yang berkompeten di bidangnya," tegas Asep.

Benda yang diduga fosil tulang hewan itu menemukan sebanyak 20 lebih tulang yang terkubur pasir. Jika melihat hasil temuan itu, warga memperkirakan masih banyak tulang belulang yang diduga bagian dari hewan purba lainnya namun sudah rusak ketika area tersebut masih aktif digunakan sebagai tambang pasir.

(mud/mud)