Nelayan di Waduk Saguling Temukan Benda Diduga Fosil Hewan Purba

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 17:19 WIB
Penampakan benda diduga fosil hewan purba di Waduk Saguling
Penampakan benda diduga fosil hewan purba di Waduk Saguling (Foto: Dok warga)
Bandung Barat -

Jahidin (43), warga Kampung Suramanggala RT 01/01, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemukan benda diduga fosil tulang dari hewan purba beberapa waktu lalu.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan tersebut menemukan fosil tulang itu di sebuah gundukan tanah menyerupai pulau di tengah Waduk Saguling yang sedang menyusut debit airnya saat sedang mencari ikan.

"Kebetulan saat itu saya sedang menjala ikan, karena memang pekerjaan sehari-hari. Saya juga sering ke pulau ini, kemudian saya lihat ada gundukan benda seperti tulang," ungkap Jahidin saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Lantaran awam dengan benda tersebut, ia lantas melaporkan temuan itu pada salah seorang pengelola wisata di perairan Waduk Saguling. Setelah diperiksa bersama-sama tulang yang ditemukan itu cenderung menyerupai tulang hewan yang telah lama mati.

"Ada beberapa bagian, seperti bagian paha, bagian kepala, sama gigi. Titik ditemukannya itu terpisah jadi enggak menggunduk. Jumlahnya mungkin ada 20 buah tulang," terang Jahidin.

Jika melihat hasil temuannya, Jahidin memperkirakan masih banyak tulang belulang yang diduga bagian dari hewan purba lainnya namun sudah rusak ketika area tersebut masih aktif digunakan sebagai tambang pasir.

"Mungkin dulu banyak tapi rusak pas pembangunan waduk sama tambang pasir. Tapi kan akhirnya dihentikan di tahun 2015," tegas Jahidin.

Sementara itu Muhammad Rizki Hardjadinata pengelola wisata perairan Waduk Saguling mengatakan pihaknya sudah melaporkan ihwal temuan benda diduga fosil tulang hewan purba itu pada peneliti dari UI dan ITB namun belum dilalukan pengecekan ke lapangan.

"Insya Allah ke depan akan diteliti bagaimana bisa tulang muncul di daerah batuan di sini. Kalau dilaporkan sudah, menunggu dicek saja," ujar Rizki.

Sementara itu Kepala Seksi Sejarah pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat Asep Diki mengatakan temuan tulang itu harus diteliti lebih lanjut apakah memang bagian dari tubuh hewan purba atau bukan.

"Harus dicek lagi sama ahlinya dari Geologi apakah memang tulang hewan purba atau bukan. Sekarang mungkin kami mau minta dokumentasinya dulu saja," ujar Asep Diki.

(mud/mud)