Hasil Sidang MUI Soal Pria Bandung Ngaku Nabi ke-28: Kesesatan!

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 09:50 WIB
Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar
Foto: Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar (Dony Indra Ramadhan/detikcoom).
Bandung -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat telah rampung melakukan sidang terkait pria Bandung pimpinan Pusdiklat Dai yang mengaku nabi ke-28. MUI menyimpulkan ajaran pria berinisial R itu sesat.

"Jelas ajaran dia itu membawa kesesatan," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar kepada detikcom, Jumat (8/10/2021).

Rafani menjelaskan berdasarkan penelaahan MUI Jabar, R tidak mengaku bila dia rasul. MUI kemudian menelusuri metode pembelajaran R.

"Jadi dia memang tidak mengaku jadi rasul, tapi kita tidak cukup hanya dengan pengakuan dia, kita telusuri metode pengajaran dia," kata Rafani.

Menurut Rafani, ajaran dari pimpinan Pusdiklat Dai itu mengarah kepada penggiringan. Sehingga, para jemaahnya yang menyatakan R ini sebagai rasul.

"Justru dalam metode pengajaran dia kepada para jamaahnya terjadi penggiringan, opini supaya jamaah lain pun menyatakan dirinya rosul, dan itu terjadi kepada beberapa jamaahnya," ucapnya.

"Dia tidak melarang. Ketika kita desak, dia hanya mengatakan 'itu kan orang lain yang menyebut rasul'. Iya tapi kan digiring oleh dia dan dia tidak bisa menolak," kata Rafani menambahkan.

Selain penggiringan opini, kata Rafani, pria tersebut juga memahami agama tak sesuai kaidah yang benar. Terlebih dalam penafsiran Al Quran.

"Jadi, dia itu memahami agama, tidak sesuai dengan kaidah yang benar, memahami Quran seenaknya dia sendiri, menafsirkan Quran itukan tidak sembarangan," katanya.

Selain itu, R juga melakukan pengkafiran terhadap pihak lain yang tak ikut dalam jemaahnya. Tata cara ibadah juga berbeda.

"Pengkafiran kepada pihak lain juga terjadi, orang-orang yang tidak ikut jamaahnya mereka itu kafir, katanya. Kemudian tata cara ibadahnya juga berbeda, salat Isya dimulainya jam 10 malam," ujar Rafani.

Sebelumnya, pemimpin Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dai di Kota Bandung yang mengaku sebagai rasul telah diamankan oleh pihak kepolisian. Sejumlah warga sempat menggeruduk tempat Pusdiklat Dai, yang lokasinya di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Rabu (23/6) malam.

Warga ini datang lantaran sang pemimpin yayasan pendidikan agama tersebut diduga menerapkan ajaran sesat. Aksi warga itu terekam dalam sebuah video berdurasi 9 detik dan diunggah akun Instagram @dapat_ccan.

Camat Buahbatu Edi Juhendi membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, pihak polisi dan MUI tingkat kecamatan sudah menggelar pertemuan. Meski belum keluar fatwa secara resmi, kata Edi, MUI menyatakan lembaga yang dipimpin lelaki itu diduga kuat mengajarkan aliran sesat.

"Fatwanya belum. Jadi kemarin hasil pertemuan, ya sesat," kata Edi saat dimintai konfirmasi via sambungan telepon, Kamis (24/6).

Edi menyebut MUI menilai lembaga Pusdiklat Dai tersebut sesat atau menyimpang dari ajaran Islam lantaran pemimpinnya mengaku sebagai rasul. Selain itu, indikator lainnya, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan ibadah yang dilakukan oleh kelompok lembaga tersebut. Namun Edi tak menjelaskan secara rinci perihal perbedaan tersebut.

"Kemarin kita sudah berkumpul juga dengan MUI kecamatan, ya pada prinsipnya boleh dikatakan menyimpang katanya. Salah satu indikatornya, dia mengaku rasul, pimpinan yayasan itu," ujar Edi.

Simak juga 'Puluhan Warga Garut Ngaku Dibaiat Aliran Sesat NII':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)