Muhammadiyah Tuding Pria di Bandung Ngaku Nabi Demi Uang-Popularitas

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 09:10 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang Kahmad
Foto: dok. Muhammadiyah
Jakarta -

Pemimpin salah satu pusdiklat Dai di Bandung mengaku sebagai nabi. Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengungkap sejumlah alasan biasanya seseorang mengaku-ngaku sebagai nabi.

"Siapapun yang mengaku rasul baru berarti beliau menipu, karena menurut ajaran Islam kerasulan sudah tidak ada lagi karena Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir," kata Dadang saat dihubungi, Kamis (24/6/2021).

Dadang menyampaikan alasan lainnya yang biasa menjadi motif seseorang ngaku-ngaku sebagai nabi. Menurutnya, orang mengaku sebagai nabi demi mendapat penghasilan atau popularitas.

"Kalau melihat kepada beberapa yang mengaku nabi atau rasul yang lalu motifnya kalau bukan motif menambah penghasilan atau untuk mencari popularitas," ucapnya.

Dadang menyarankan pria mengaku nabi di Bandung itu segera diluruskan. Dia menyebut jika yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa lantaran mengaku nabi, maka harus dimasukan ke rumah sakit jiwa.

"Ya mereka dibina dan disadarkan tentang kekeliruan mereka. Jika ada gangguan jiwa ya dimasukan RS Jiwa sehingga sembuh," ujarnya.

Polisi Amankan 8 Orang Terkait Pria Ngaku Nabi

Yayasan salah satu pusat pendidikan dai di Bandung sempat digeruduk massa gara-gara pimpinannya mengaku nabi ke-28. Polisi telah mengamankan delapan orang pengurus yayasan tersebut.

"Pimpinan pondok pesantren Cijawura Rancasari untuk sementara kita mengamankan delapan orang pengurus yayasan tersebut dalam arti kita untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi friksi atau gesekan antara warga dengan pengurus yayasan," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang kepada wartawan, Kamis (24/6).

Adanan menuturkan yayasan tempat bernaung pimpinan mengaku nabi itu diketahui bernama Baiti Janati. Yayasan tersebut sempat digerudug warga sekitar. Kedelapan orang tersebut diamankan sementara untuk melakukan pemeriksaan awal. Polisi juga berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan MUI serta pemuka agama terkait penanganan kasus itu.

Lihat juga video 'Diduga Hina Nabi Muhammad, Buku di Pangkalpinang Ditarik':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/haf)