Terdakwa Bangun Rumah 2 Lantai dari Hasil Korupsi Masker Banten

Bahtiar Rifa - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 19:22 WIB
Terdakwa korupsi masker di Banten akui terima fee Rp 150 juta
Sidang korupsi masker Banten (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Salah satu terdakwa korupsi pengadaan masker COVID-19 di Dinkes Banten Agus Suryadinata mengatakan uang hasil pengadaan digunakan untuk bangun rumah 2 lantai. Sisanya, ia bagikan ke terdakwa Wahyudin Firdaus.

"Bangun rumah lantai dua, itu biaya dari masker. Udah itu saja. Yang saya terima sisa yang dipotong pak Yudi (Wahyudin) Rp 150 juta. Sisanya operasional segala macem," kata terdakwa Agus di hadapan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (5/10/2021).

Terdakwa mengakui bahwa sedari awal memang mencari proyek masker di Dinkes Banten. Di Dinkes ia bertemu dengan salah satu pegawai dan diberi nomor Khania Ratnasari seorang pejabat Dinkes. Dari situ ia menghubungi orang tersebut mengatasnamakan perintah dari Kepala Dinas Kesehatan.

"Saya telpon dan WA juga. Iya saya WA, saya dapat arahan dari bu Kadis menghadap mau ketemu. Izin bertemu," kata Agus.

Tapi, ia mengaku menggunakan nama Kadinkes agar bisa bertemu dengan pejabat PPK. Singkatnya, setelah bertemu dengan Khania maka dilakukan kontrak senilai RP 3,3 miliar dengan harga masker Rp 220 ribu per buah.

Terdakwa juga mengakui bahwa ia mengerjakan pengadaan ini secara sendiri. Untuk urusan kontrak dilakukan terdakwa Wahyudin selaku Direktur PT Right Asia Media.

Untuk modal awal, Agus sendiri meminjam Rp 500 juta ke seseorang bernama Heri. Uang itu untuk uang muka ke PT Berkah Mandiri Manunggal yang menyediakan masker.

"Uang temen, namanya Heri. Tapi bukan orang Polda," katanya saat ditanya majelis apakah orang itu dari Polda Banten.

Agus juga mengatakan, orang yang meminjamkan uang itu mendapat fee Rp 100 juta. Sedangkan ke Wahyudin Rp 150 juta cash. Tapi, ada tambahan fee untuk Wahyudin senilai Rp 50 juta tapi dicicil. Uang itu digunakan karena ia meminjam nama PT RAM untuk mendapatkan proyek masker di Dinkes.

Jadi kata Agus, uang kelebihan pembayaran proyek masker senilai Rp 1,6 miliar dibagi ke PT RAM Rp 200 juta, ke rekannya bernama Heri Rp 500 juta dan sekitar Rp 880 juta ia gunakan untuk membangun keuntungan pribadi. Uangnya termasuk untuk membangun rumah 2 lantai.

"Iya bu, bener Rp 880 buat bangun rumah," ujarnya.

(bri/mud)