Direktur PT RAM Akui Terima Fee dari Korupsi Masker COVID-19 Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 17:23 WIB
Terdakwa korupsi masker di Banten akui terima fee Rp 150 juta
Terdakwa korupsi masker di Banten akui terima fee Rp 150 juta (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Terdakwa korupsi masker COVID-19 Wahyudin Firdaus yang juga Direktur PT Right Asia Medika mengakui menerima fee Rp 150 juta dari pengadaan 15 ribu masker senilai Rp 3,3 miliar. Fee itu diberikan oleh terdakwa Agus Suryadinata yang meminjam bendera perusahaan.

"Rp 150 juta dari keuntungan," kata Wahyudin saat ditanya majelis hakim yang dipimpin Slamet Widodo di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (5/10/2021).

Pengadaan masker di Dinas Kesehatan Banten itu katanya semua diurus oleh terdakwa Agus. Ia awalnya ditelpon oleh terdakwa bahwa ada pengadaan masker di provinsi karena kebutuhan di masa pandemi.

Dari situ, perusahaan kemudian melakukan penawaran. Pertama kali harga yang ditawarkan Rp 250 ribu per buah. Tapi, pihak Dinkes meminta agar turun harga menjadi Rp 220 ribu plus pajak.

Dari situ, ia kemudian melakukan kontrak dengan Dinkes Banten untuk pengadaan masker senilai Rp Rp 3,3 miliar. Barang sendiri disediakan oleh Agus yang membeli dari PT Berkah Mandiri Manunggal.

"Saya berani (kontrak) karena barang ada dan sesuai spek. Karena barangnya ready, makanya saya menyanggupi," ujarnya.

Terdakwa Wahyudin mengatakan, ia memang baru menguasai PT RAM pada Februari 2020 atau sebulan sebelum pengadaan masker terjadi. Awalnya ia sebagai marketing dan menaruh saham di PT RAM. Direktur sebelumnya adalah Ari Winanto.

"Pada waktu itu dijual ke saja, menjual ke saya Januari 2020," ujarnya.

PT RAM sendiri katanya tidak mengeluarkan uang sedikitpun dalam pengadaan masker ini. Karena yang mengatur pengadaan sendiri adalah terdakwa Agus sejak dari awal.

Karena pengadaan ini ada temuan kelebihan pembayaran, terdakwa kemudian dipanggil oleh Dinkes. Oleh Inspektorat, BPK ia diminta mengembalikan kelebihan pembayaran yang nilainya Rp 1,6 miliar.

"Waktu itu saya siap mengembalikan itu. Pada waktu itu dari dinas minta tenggang waktu 1 tahun," ujarnya.

Waktu itu, ia mengembalikan uang Rp 100 juta dan 2 sertifikat. Uang dan sertifikat itu adalah pemberian terdakwa Agus. Sedangkan fee dari hasil peminjaman perusahaan katanya tidak ia kembalikan.

"Dari Pak Agus. Yang fee belum dikembalikan," ujarnya.

Selain Wahyudin Firdaus dan Agus Suryadinata, terdakwa di kasus korupsi ini adalah Lia Susanti selaku PPK DInkes Banten. Kerugian negara dari korupsi ini senilai Rp 1,6 miliar.

(bri/mud)