Waspada! Warga Bandung Barat Diintai Ancaman Penularan Virus Rabies

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 18:40 WIB
Cropped shot of a vet trying to listen to a bulldog puppys heartbeat
Ilustrasi (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Bandung Barat -

Tak cuma terancam oleh COVID-19, masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) juga diminta mewaspadai ancaman virus rabies dari sejumlah jenis hewan liar maupun yang dipelihara.

Adapun hewan liar dan peliharaan yang rentan tertular dan bisa menjadi penular rabies pada manusia atau bersifat zoonosis prioritas yakni kucing, anjing, musang, dan kera.

Berdasarkan catatan Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat pada tahun 2019 kasus rabies mencapai angka tertinggi yakni 41 kasus. Sementara pada tahun 2020 jumlahnya agak menurun hanya 14 kasus.

"Untuk tahun ini masih nihil laporannya. Tapi di tahun 2019, seorang warga meninggal dunia akibat digigit anjing yang tertular rabies," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispernakan Bandung Barat Wiwin Aprianti kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Wiwin menyebut kasus gigitan hewan rabies salah satunya anjing paling sering terjadi di wilayah Bandung Barat bagian selatan yang jadi habitat anjing kampung dengan pemelihara ataupun yang liar.

"Apalagi di wilayah selatan seperti Gununghalu itu kan berbatasan dengan hutan, jadi memang lebih riskan," jelas Wiwin.

Salah satu upaya untuk mencegah penularan rabies tersebut yakni dengan melakukan vaksinasi rabies terutama untuk anjing karena 90 persen kasus rabies di KBB akibat gigitan anjing.

"Sehingga target utama kita adalah anjing, untuk hewan lainnya seperti kucing menyusul. Jadi bagi yang punya anjing mari vaksin dengan cara meminta ke Dispernakan KBB," ujar Wiwin.

Selama tahun 2019 hingga 2021, cakupan vaksinasi rabies di 165 desa di KBB sudah mencapai 70 persen. "Jumlah itu akan terus bertambah karena vaksinasi rabies hingga saat ini terus dilakukan," pungkas Wiwin.

(mud/mud)