Diviralkan Dilantik Nyi Roro Kidul, Ustaz Encep Baru 3 Bulan Telanjang Dada

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 19:25 WIB
Ustaz Encep mengaku baru 3 bulan bertelanjang dada
Ustaz Encep mengaku baru 3 bulan bertelanjang dada (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Ustaz Encep Zainal Muttaqin menjelaskan soal kasus yang menimpanya di Mapolres Sukabumi, pria yang menjadi korban hoax soal isu wali yang dilantik oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul itu menceritakan ihwal kasusnya ke sejumlah awak media.

Menariknya Ustaz Encep terlihat bertelanjang dada dan mengenakan sarung warna hijau lengkap dengan sandal, ia terlihat didampingi Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, Dian Maulana kuasa hukum dari LBH GP Ansor Kabupaten Sukabumi dan Ketua DPC GP Ansor Kecamatan Surade Hamdin Al Murdani.

"Assalamualaikum, saya bernama Encep Zaenal Mutaqien bahwa saya mengaku sebagai wali, saya bantah itu berita hoax itu berita bohong dan saya tidak tahu kejadiannya. Namun saya memaafkan, secara pribadi dan keluarga kepada yang bersangkutan namun secara hukum tetap berlanjut karena kami sudah menguasakan kepada yang berwajib. Itu yang saya sampaikan," kata Ustaz Encep kepada awak media, di ruang Aula Presisi Polres Sukabumi, Senin (4/10/2021).

Detikcom kemudian menanyakan soal kebiasaannya kerap tidak mengenakan pakaian alias bertelanjang dada yang disebut nyeleneh oleh sebagian pihak. Ia mengaku hal itu hanya saat tertentu saja. Saat ceramah atau salat ia mengenakan penutup.

"Kalau mengenai saya tidak pakai pakaian saya akui saya tidak pakai-pakaian hanya saja kalau saya undangan ceramah keluar saya pakai pakaian kalau shalat saya tutupi pakai serban. Kalau saya sendiri ngajar ngaji tidak pakai pakaian," ujar Ustaz Encep.

Alasan soal bertelanjang dada kemudian diungkap Ustaz Encep, ia adalah anak pondok (santri) bentuk ketaatan kepada guru. Hal itu sudah ia lakukan selama 3 bulan terakhir.

"Itu alasannya satu saya anak pondok, dianjurkan diwajibkan untuk taat pada guru, alasannya karena perintah seorang guru, untuk apa yang saya ingat agar saya tahu artinya hidup," tuturnya.

Soal pelaku yang diduga menyebar pesan suara soal kewalian, Ustaz Encep mengaku tak mengenalnya. "Pelakunya AR, saya enggak kenal," singkat dia.

Soal keterangan AR, Dian Maulana kuasa hukum Ustaz Encep dari LBH GP Ansor kemudian menjelaskan bahwa AR secara keseluruhan adalah kewenangan dari kepolisian.

"Itu dijawab pihak berwenang saya nggak mau berspekulasi sebelum diperiksa menyeluruh. Jadi inisial AR ini mengaku ada ikatan keluarga bersama ustaz ini sedang di dalami pihak pelapor dan kepolisian sedang mendalami," kata Dian.

Soal permohonan maaf yang diajukan AR, Dian mengatakan bahwa belum ada permohonan baik lisan maupun tulisan kepada pihak Ustaz Encep.

"Saya klarifikasi, memang tidak ada permohonan meminta maaf. Dia seolah ingin memperpanas suasana apakah akan mengusut kesesatan unsur pelapor ini, permohonan maaf tetap kami terima tapi belum kami terima (permintaan maaf) baik lisan maupun tulisan," pungkasnya.

Simak video 'Diisukan Jadi Wali Dilantik Nyi Roro Kidul, Ustaz Encep: Itu Hoaks':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mud)