Bawa Angklung ke Papua, Diplomasi Ridwan Kamil Menuju Pilpres?

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 19:32 WIB
Ridwan Kamil bawa angklung ke Papua, diplopasi Pilpres 2024?
Ridwan Kamil bawa angklung ke Papua (Foto: Yudha Maulana)
Sorong -

Bunyi angklung terdengar bersahutan di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong Papua Barat, Jumat (1/10/2021). Angklung itu dibunyikan oleh para pelajar SMPN 1 Kabupaten Sorong.

Meski hanya tiga kali berlatih, mereka cukup piawai memainkan angklung dan membuat Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Sorong Johny Kamaru berdecak kagum lewat lagu Mojang Priangan.

Penampilan itu dilakukan bersamaan dengan diresmikannya Alun-alun Aimas, yang notabene merupakan rancangan Ridwan Kamil yang diinisiasi pada 2017 lalu.

Pertanyaan pun datang dari wartawan yang berada di Kabupaten Sorong. Apakah langkah-langkah tersebut sebagai bentuk diplomasi menuju Pilpres 2024 ? Seperti diketahui Ridwan Kamil masuk

Ditanya demikian, pria yang akrab disapa Kang Emil itu pun mengatakan, pernyataan itu tak luput menghinggapinya kemana pun ia datang. Memang selama ini pria yang akrab disapa Kang Emil itu masuk ke dalam bursa Pilpres 2024.

"Ya, jadi tidak bisa dihindari ya. Ke mana pun saya pergi, pertanyaan wartawan pasti mengarah ke sana (Pilpres 2024)," kata Kang Emil.

Ia menegaskan kunjungannya ini bukan untuk mendulang dukungan menuju Pilpres 2024. "Yang pasti saya ke sini meresmikan sesuatu yang sudah dirintis jauh-jauh hari sebelum jadi Gubernur, jaman saya Wali Kota Bandung. Kan saya datang tidak bawa hal-hal yang gak jelas ya, (saya datang) membawa perubahan, meresmikan sesuatu," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa angklung kini bukan lagi milik warga Jabar semata, melainkan milik warga dunia menyusul pengakuan Unesco terhadap angklung sebagai warisan dunia. Oleh karenanya, dalam setiap kunjungan kerjanya, dia kerap membagi-bagikan angklung.

"Kalau ada 200 negara di dunia, maka saya akan kirim 200 set angklung. Kalau negara-negara di dunia dikasih, masa provinsi-provinsi lain tidak?". Jadi kita hibahkan angklung ini untuk warga Sorong dan berharap angklung masuk dalam kurikulum di sekolah. Diplomasi angklung ini karena angklung bukan sudah milik Jabar lagi, maka kita kirim ke mana-mana, termasuk ke Papua," katanya.

"Itu kan tafsir saja, saya bawa angklung lalu ditafsirkan begitu (alat diplomasi Pilpres 2024), tidak masalah," pungkasnya.

(yum/mud)