Dipuji Ma'ruf Amin, Kota Bandung Punya Ratusan Lokasi Urban Farming

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 20:34 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin berkunjung ke lokasi urban farming atau buruan sehat alami ekonomis (SAE) di RW 3 dan RW 4, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.
Lokasi urban farming yang dipuji Ma'ruf Amin (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Keberadaan buruan sehat alami ekonomis (SAE) atau urban farming di Kota Bandung dipuji Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dari catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) jumlah buruan SAE di Kita Bandung mencapai 234 kelompok.

"Sampai hari ini yang tercatat 234 kelompok yang tersebar di 151 kelurahan dan 30 kecamatan," kata Kepala DKPP Gin Gin Ginandjar via sambungan telepon, Kamis (30/9/2021).

Saat disinggung apakah keberadaan kelompok buruan SAE ini masih aktif hingga saat ini, Gin Gin menyebut semuanya dipastikan masih aktif. Kalau pun ada yang sudah tidak aktif, jumlahnya bisa terhitung jari.

"Insya Allah aktif, karena kita ada penyuluh dan pendamping yang memonitor, termasuk memantau dan termasuk melapor ketika ada yang mau panen. Mungkin ada satu dua yang mangkrak dan tidak berjalan," ungkapnya.

Gin Gin mengungkapkan, karena Kota Bandung bukan wilayah penghasil pertanian maka dengan mengalakan program buruan SAE ini ketahanan pangan di Kota Bandung tetap terjaga.

"Kebijakan Kota Bandung untuk membangun ketahanan pangan tingkat keluarga, itu tujuannya karena Kota Bandung bukan penghasil pertanian. Masyarakat diberdayakan dan dibentuk kelompok, target terakhir di setiap RW di Kota Bandung punya tempat bercocok tanam," ungkapnya.

Program urban farming di Kota Bandung sudah ada sejak zaman Wali Kota Dada Rosada hingga Wali Kota Ridwan Kamil yang kini menjadi gubernur Jawa Barat. Jika dulu, kampung berkebun bertujuan menanam sayur di rumah, saat berganti menjadi buruan SAE sayur dan produk pertanian yang dihasilkan bisa diolah.

"Kampung berkebun sebelum Ridwan Kamil sudah ada, kampung berkebun atau urban farming kalau dulu fokusnya menanam sayuran saja. Kalau sekarang kan terintegrasi, 8 unsur ada buah-buahan, ada tanaman obat danlainnya," ungkapnya.

"Buruan SAE dikembangkan September Tahun 2020, jumlahnya semakin bertambah, tidak hanya bertambah secara kuantitas tapi kulaitasnya," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, pihaknya sudah mendampingi warga dalam menjalankan program urban farming sejak tahun 2014 atau semasa dirinya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung.

Bahkan menurutnya, Buruan SAE RW 03 dan 04, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo yang kemarin dikunjungi Maruf Amin merupakan bianaannya.

"Itu merupakan kelompok buruan SAE seingat Mang Oded pas jadi wak wali kota dulu tahun 2014 sudah mulai Buruan SAE. Dulu urban farming sekarang sudah terintegrasi jadi buruan SAE dengan berbagai produk bukan hanya sayur, tapi punya produk unggulan dari has urban farming mereka," kata Oded di Pendopo Kota Bandung.

Bahkan menurut Oded, keberadaan buruan SAE ini memberikan dampak positif bagi warga lainnya dan menjadi kultur baru di kalangan masyarakat di Kota Bandung.

"Di sana sudah jadi kultur, masyarakat sekarang ketika ada yang merenovasi rumah mereka pakai rooftop dipakai buruan SAE. Saya berharap mindset seperti ini bisa tersebar di semua warga Kota Bandung," tutur Oded.

Oded menyebut, sudah banyak warga yang mengikuti program ini.

"Sudah banyak di Arcamanik asa terutama di kawasan bebas sampah. Harapan saya inspirasi ini bisa dilaksanakan semua warga Kota Bandung. Ini akan berdampak tidak hanya ketahanan pangan, juga ekonomi. Alhamdulillah sosial juga tinggi karena mereka bisa berkumpul," jelasnya.

Oded mengakui, jika anggaran untuk buruan SAE ini terecofusing untuk penanganan pandemi COVID-19.

"Karena sekarang masih pandemi COVID-19 anggaran masih berat. Kedepan anggaran untuk buruan SAE ini khususnya di DKPP ini akan dikedepankan," pungkasnya.

(wip/mud)