Jumlah Sekolah Gelar PTM di Jabar Bertambah pada Awal Oktober

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 15:47 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) melaporkan 1.759 dari 5.033 sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Jumlah itu kemungkinan bertambah, seiring dengan makin banyaknya orang tua yang mengizinkan anaknya melakukan PTM.

"Kemungkinan di awal Oktober bertambah, karena, saat ini masih menunggu izin dari orang tua dan satuan tugas COVID-19," ujar Dedi dalam keterangannya di Bogor, Kamis (30/9/2021).

Dedi mengatakan sejauh ini vaksinasi COVID-19 belum menjadi syarat wajib bagi anak untuk mengikuti PTM. Tetapi, vaksinasi menjadi bagian dari percepatan gelaran PTM. Pihaknya pun terus mendorong vaksinasi bagi siswa SMA, SMK dan SLB atau untuk rentang usia pelajar 12-17 tahun.

"Rata-rata vaksinasi di Jabar per hari ini mencapai 311 ribu," ujar Dedi.

Mengacu kepada data vaksin.kemkes.go.id, total vaksinasi dosis 1 di Jabar mencapai 15.819.678 jiwa atau 41,73% dari target. Sedangkan total vaksinasi dosis dua baru mencapai 8.212.312 jiwa atau 21.66 persen dari keseluruhan sasaran vaksinasi yang mencapai sekitar 37 juta jiwa.

Sedangkan target yang dibebankan sebanyak 4,8 juta untuk vaksinasi pelajar atau usia 12-17 tahun. Per 30 September 2021, jumlah penyuntikan untuk vaksinasi dosis pertama mencapai 585.128 (12,02 persen) dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 380.181 (7,81%).

Ia pun memastikan tidak ada klaster COVID-19 di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di Jabar. Hal itu, telah ia pastikan melalui jejaring dan pengawas di cabang-cabang dinas pendidikan daerah.

"Kita sudah cek, tidak ada satu pun klaster PTM. Akhirnya kita mencoba mengecek ke jejaring dari sumber yang ada, ternyata sumber itu dan diklik, juga tidak muncul dan datanya. Kita konfirmasi ke teman-teman di Pusdatin dan Kemdikbud ternyata ada kesalahpahaman, miskomunikasi," ujar Dedi.

Dedi mengatakan, klaster PTM yang dilaporkan itu lebih mengacu kepada siswa yang pernah terpapar COVID-19. "Jadi kita sampaikan ke publik, bahwa tidak ada klaster PTM dan mohon doanya tidak ada, dan kita doakan agar seluruh anak-anak di Jabar bisa melakukan dan mendapatkan hak belajar dan sehat," katanya.

(yum/mso)