Wanita di Pangandaran Diduga Tewas Dianiaya Suaminya

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 10:34 WIB
Wanita di Pangandaran diduga tewas dianiayan suaminya
Garis polisi membentang di rumah lokasi tewasnya wanita Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin)
Pangandaran -

Warga Dusun Cipari, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran dikejutkan kematian Kiki Karwi (47), Senin (27/9) malam. Wanita itu diduga tewas dianiaya suaminya.

Kiki sebelum tewas sempat cekcok dengan suaminya, Ade Ahdia. Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya korban. Yang jelas di tubuh korban ditemukan beberapa luka lebam seperti bekas benturan benda tumpul.

Nandar, adik korban mengatakan sekitar pukul 7 malam dirinya sedang berada di warung. Tiba-tiba Ade Ahdia datang menemui dan memintanya untuk datang ke rumah.

"Saya kemudian mengikuti dia ke rumahnya, ternyata kakak saya sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Nandar saat ditemui di kamar jenazah RSUD Pandega Pangandaran.

Kabar kematian Kiki langsung menyebar, warga berdatangan dan bertanya-tanya ikhwal penyebabnya. "Korban langsung di bawa ke RSUD Pandega. Sementara suaminya ditahan warga lalu diserahkan ke polisi," kata Nandar.

Nandar mengaku belum tahu apa penyebab kematian korban. Sepengatahuan Nandar, tak ada saksi yang melihat persis kejadian pertengkaran itu. Saat dia datang, kondisi rumah pun tidak berantakan. Tidak ada tanda-tanda bekas perkelahian atau penganiayaan.

Namun demikian Nandar mengatakan sore sebelum kejadian, terdengar suara pintu rumah dibanting. "Awalnya ada tukang kredit panci ke rumah mereka, lalu terdengar suara pintu dibanting. Saya menduga mungkin mereka bertengkar," kata Nandar.

Tapi setelah itu Nandar dan keluarganya beranjak ke warung. Sehingga tak tahu lagi apa yang terjadi dengan pasangan suami istri tersebut.

Edin, keponakan korban mengatakan korban selama ini sering cekcok dengan suaminya. Edin mengetahui hal itu karena kerap kali korban curhat mengenai kondisi rumah tangganya.

"Ya masalahnya seputar urusan ekonomi. Korban pernah mengeluh, suaminya jarang memberi uang. Katanya uang selalu diberikan kepada anaknya," kata Edin.

Korban dan suaminya belum genap empat tahun menjalin rumah tangga. Mereka awalnya pasangan janda dan duda. Pernikahan mereka belum dikaruniai anak, sehingga di rumah hanya mereka berdua. Korban membuka warung di sekitar pantai Karangtirta sementara suaminya bekerja jadi buruh di pabrik penggilingan padi.

Terkait penyebab kematian korban, Edin juga mengaku tidak tahu dan menyatakan tidak ada yang tahu persis. "Tapi tadi saya sempat menanyakan ke Ade, dia mengaku menarik korban hingga terjatuh saat dia mau pergi ke rumah adiknya. Korban diseret sebelum akhirnya tak sadarkan diri di depan teras rumah," kata Edin.

Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia pihaknya sudah mengamankan suami korban untuk diperiksa lebih lanjut atas kasus itu. Polisi juga sudah memasang police line di sekitar rumah suami istri tersebut.

"Info dari terduga pelaku, kejadian diawali dari pertengkaran antara suami istri," kata Wahyu.

Simak juga 'Cemburu Buta, Pria di Pangandaran Aniaya Kawan Baru Hingga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)