Bocah Pangandaran Meninggal Diduga Dicabuli, Polisi: Belum Miliki Kesimpulan

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 08:36 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto: Ilustrasi (Andhika Akbarayansyah/detikcom).
Pangandaran -

Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan pencabulan, yang menyebabkan seorang bocah perempuan di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran meninggal dunia akibat terpapar penyakit menular seksual (PMS).

Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi menegaskan pihaknya terus menggali keterangan saksi dan alat bukti dalam perkara ini. "Sampai saat ini kita belum memiliki kesimpulan bahwa terlapor adalah pelaku," kata Wahyu, Selasa (28/9/2021).

Dia menegaskan penyelidikan terus dilaksanakan sampai dengan terungkap bukti-bukti hukum dari peristiwa yang menyita perhatian publik di Kabupaten Pangandaran tersebut.

Namun demikian Wahyu mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya belum bisa menemukan benang merah antara korban dengan pihak terlapor yang dituduh melakukan kekerasan seksual. "Memang kita terkendala benang merah antara terlapor dengan korban," kata Wahyu.

Wahyu mengatakan sejauh ini belum ada laporan medis yang menyatakan bahwa terlapor memiliki riwayat penyakit siphilis sebagaimana yang diidap oleh korban. "Sampai dengan saat ini belum ada laporan medis yang menyatakan bahwa terlapor memiliki atau pernah memiliki penyakit yang sama," kata Wahyu.

Wahyu juga mengingatkan dalam perkara hukum, polisi menurut dia selalu menjunjung azas praduga tak bersalah. "Tapi bukan berarti polisi berhenti, penyelidikan tetap dilaksanakan sampai dengan kita bisa membuktikan perbuatan terlapor. Namun juga di sisi lain kami tetap menerapkan azas praduga tak bersalah," kata Wahyu.

Sementara itu keluarga korban berharap polisi bisa segera mengungkap kasus tersebut. "Intinya kami meminta keadilan. Kami tidak bisa menerima, penderitaan yang dirasakan oleh anak saya menyakitkan sekali. Pokoknya (kasus hukum) lanjut terus," kata AR bapak tiri korban, Senin (27/9/2021).

Dia mengakui mengungkap kasus kekerasan seksual yang terjadi lebih dari 6 bulan lalu itu tidak mudah. Sejauh ini pihak keluarga hanya berpegang pada rekaman pengakuan korban sebelum meninggal dunia, serta fakta bahwa korban meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit menular seksual.

"Iya pasti susah, tapi mudah-mudahan polisi bisa mengungkap, walaupun kemarin informasi dari polisi, katanya si terlapor setelah diperiksa negatif penyakit siphilis. Tapi kan mungkin saja dia mah sudah berobat, sementara anak saya tidak diobati. Soalnya siapa yang nyangka, anak kecil kena siphilis, tahu-tahu sudah parah," kata AR.

Selain itu AR juga menjelaskan anak perempuannya itu memang sering bertandang ke rumah terlapor. Korban datang untuk bermain bersama cucunya. "Dia (terlapor) kan punya cucu, anak saya sering main ke sana. Walaupun usianya jauh di bawah, tidak sebaya, tapi dia senang main di sana," kata AR.

Simak juga 'Tega Cabuli Siswanya Lebih dari Sekali, Guru SMA di Makassar Diciduk!':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)