Round-Up

Bentrok Maut Dua Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur

Ismet Selamet, Nur Azis - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 09:38 WIB
Cianjur -

Bentrok ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten terjadi di perbatasan Cianjur-Sukabumi. Satu orang tewas akibat kejadian tersebut.

Bentrok maut dua ormas itu berlangsung Minggu (26/9), pukul 15.00 WIB. Markas BPPKB di perbatasan Cianjur-Sukabumi, tepatnya di Desa Gekbrong, Cianjur, dirusak massa PP. Massa BPPKB pun bergerak hingga akhirnya bentrokan tak bisa dihindarkan. Dua kubu massa itu saling serang dengan menggunakan senjata tajam.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan bentrokan tersebut mengakibatkan seorang anggota PP tewas. "Satu orang meninggal dunia dari ormas PP. Selain itu, dari kedua pihak juga ada beberapa orang yang mengalami luka," tutur Doni.

Menurutnya, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti, berupa senjata tajam hingga sepeda motor anggota ormas yang terlibat bentrok. "Barang bukti kita amankan, sejumlah saksi juga kita mintai keterangan. Kita akan proses lebih lanjut, baik pelaku yang mengakibatkan korban jiwa ataupun yang mengakibatkan korban luka," ucap Doni.

Dipicu Bentrokan di Sumedang

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengungkapkan bentrok massa PP dan BPPKB di Cianjur merupakan buntut keributan di Kabupaten Sumedang.

"Dipicu kejadian di Sumedang. Kalau di Cianjur tidak ada konflik, tapi ini adalah imbas dari kejadian di Sumedang," ujar Doni.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan bentrokan yang melibatkan kedua ormas tersebut dipicu oleh kesalahpahaman. Kejadian itu bermula saat salah satu ormas diduga mengganggu proyek yang sedang diamankan ormas lainnya.

"Salah satu oknum ormas Pemuda Pancasila menghentikan atau mengganggu proses pembangunan puskesmas yang berada di Desa Sukagalih, Kecamatan Sumedang Selatan. Oknum anggota PP menurunkan bendera ormas BPPKB Banten yang diduga tengah mengamankan proyek pembangunan itu," ujar Eko

Dari peristiwa itu, kata Eko, anggota BPPKB Banten yang merasa tersinggung akhirnya melakukan penyerangan ke markas PP Sumedang. "Sekretariat MPC PP Sumedang diduga telah dirusak oleh anggota BPPKB. sejumlah anggota Ormas PP mengalami luka-luka. Anggota PP melakukan serangan balasan ke sekretariat BPPKB yang berada di Kelurahan Regol Wetan Sumedang," tutur Eko.

Atas kejadian itu, polisi memanggil kedua belah pihak yang bertikai. "Kedua pihak bersepakat untuk berdamai dan menganggap kejadian tersebut sebagai kesalahpahaman dan bersedia meredam seluruh anggota masing-masing ormas," ujar Eko.

(bbn/bbn)